WHO Umumkan Darurat Global Virus Corona, Pantau Harga Emas 31 Januari

WHO Umumkan Darurat Global Virus Corona, Pantau Harga Emas 31 Januari
Ilustrasi emas.

Jakarta - Harga emas Comex tergelincir dari penguatannya dan bergerak di zona merah pada perdagangan pagi ini, Jumat (31/1/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, harga emas Comex kontrak April 2020 dibuka melemah 10,80 poin atau 0,68 persen di level US$1.578,40 per troy ounce.

Pelemahannya namun sedikit menipis menjadi 10,30 poin atau 0,65 persen ke level US$1.578,90 per troy ounce pada pukul 07.02 WIB. Sepanjang pagi ini, harga emas bergerak di kisaran US$1.577,70-US$1.580,60 per troy ounce.

Emas kontrak April tergelincir dari zona hijau setelah pada perdagangan Kamis (30/1) mampu berakhir menguat 0,84 persen atau 13,20 poin di posisi 1.589,20, penguatan hari kedua berturut-turut.

Harga emas futures di Comex kontrak April 2020
Tanggal Harga penutupan
30 Januari 2020 US$ 1,586.40
29 Januari 2020 US$ 1,576.00
28 Januari 2020 US$ 1,575.80
27 Januari 2020 US$ 1,583.70
24 Januari 2020 US$ 1,578.20

Dilansir Nasdaq, penguatan harga emas didukung kekhawatiran atas perlambatan pertumbuhan global akibat wabah virus corona (coronavirus) di China yang melemahkan minat investor terhadap aset-aset berisiko.

"Kita melihat sedikit aksi penghindaran risiko di pasar akibat kekhawatiran seputar kesehatan global akibat virus corona," ujar Frank Cholly, pakar strategi pasar senior di RJO Futures.

Virus serupa penyebab penyakit flu yang berasal dari China ini telah menyebar ke lebih dari 15 negara, menghambat perjalanan global, dan mendorong sejumlah perusahaan untuk menunda operasinya di Negeri Tirai Bambu.

Bahkan bank sentral AS Federal Reserve, selain mempertahankan suku bunga acuannya dalam pertemuan kebijakan terbaru yang berakhir pada Rabu (29/1), menyebut virus ini sebagai sumber ketidakpastian untuk prospek ekonomi.

"The Fed tidak menurunkan suku bunga, mereka berada dalam pola holding, tetapi kita akan berada di lingkungan suku bunga yang rendah untuk beberapa waktu dan ini menguntungkan pasar emas," tambah Cholly.

Sementara itu, data pasien terinfeksi dan meninggal dunia akibat virus corona terus meningkat. Berdasarkan data yang dikutip dari Bloomberg, total orang terinfeksi mencapai 8.152 pasien, sedangkan yang meninggal dunia sebanyak 213 orang per Jumat (31/1/2020) pagi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengumumkan keadaan darurat global terkait penyebaran virus corona mematikan dari China menyusul laporan kenaikan angka kematian yang drastis.

Menurut Carlo Alberto De Casa, kepala analis di ActivTrades, secara teknis, jika harga emas dapat melampaui level tinggi yang dicapai beberapa hari lalu di sekitar US$1.585, maka akan tampak sinyal kekuatan lain.

Seiring dengan pergerakan emas, indeks dolar AS, yang melacak kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama, berakhir terkoreksi 0,13 persen atau 0,124 poin ke level 97,867 pada perdagangan Kamis (30/11), koreksi hari kedua berturut-turut.

Pelemahan dolar AS diketahui dapat menyebabkan nilai pembelian emas menjadi lebih terjangkau bagi para pembeli yang membayar dalam mata uang lainnya sehingga dapat mengangkat prospek permintaan logam mulia ini.