Wakil Ketua DPRA: Kemiskinan Aceh Dampak dari Faktor Pendidikan

Wakil Ketua DPRA: Kemiskinan Aceh Dampak dari Faktor Pendidikan

Blangpidie, Aceh Bisnis – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Safaruddin menilai persoalan kemiskinan di Provinsi Aceh terjadi akibat dampak dari faktor pendidikan.

Peryataan tersebut disampaikannya saat memberi Kuliah Umum di Kampus STKIP Muhammadiyah Aceh Barat Daya (Abdya), Kamis (1/4/2021). Kegiatan yang mengambil tema "Kebijakan Politik Dalam Bidang Pendidikan Terhadap Perguruan Tinggi Swasta di Aceh" itu merupakan bagian dari Reses I Tahun 2021.

Ia menyatakan, persoalan kemiskinan di Aceh terjadi akibat dampak dari faktor pendidikan. "Oleh karena itu, pembangunan di Aceh harus didukung dengan sumber daya manusia (SDM),"jelasnya.

Menurut dia, pembangunan infrastruktur jika tidak diberengi dengan SDM maka tidak bisa dikatakan satu daerah itu punya kemajuan. "Karena pendidikan merupakan lokomotif pembangunan". 

Kalau dilihat perguruan tinggi di Aceh itu lumayan, hampir semua kabupaten dan kota di Aceh ada perguruan tingginya. Jika berbicara perguruan tinggi, tentu menciptakan sumber daya manusia, Jika kita lihat SDM, tentu akan berbanding lurus dengan kemajuan ekonominya. 

"Nah, itu tidak terjadi di Aceh, karena kita terus mencetak generasi sumber daya manusianya atau lulusan S1 dan S2 tapi tidak ada ruang untuk mendapatkan pekerjaan, sehingga terjadi pengangguran di mana-mana, sehingga menjadi beban daerah yang dimiliki Aceh saat ini,”ungkapnya.

Politisi Partai Gerinda Aceh ini juga menjelaskan, sumber denyut nadi Aceh hanya berkutat di APBA, begitu juga halnya kabupaten/kota yang bergantung di APBK.

“Kita tidak memiliki industri, semua hanya bergantung di anggaran daerah (APBA dan APBK),”tambahnya.

Untuk itu, sebutnya, untuk menjawab persoalan pengangguran, pemerintahan di Aceh menurutnya harus mengupayakan membangun industri-industri di Aceh agar para lulusan baru di Aceh mendapat peluang pekerjaan.()