Viral Aksi 'Peluk Saya' dari Wanita Bercadar Lawan Stigma Negatif

Viral Aksi 'Peluk Saya' dari Wanita Bercadar Lawan Stigma Negatif
Aksi 'Peluk Saya' di Kendari. Foto: Dok. Instagram @ayoel.alimaturahim.

Jakarta, Aceh Bisnis - Aksi teror bom dan penyerangan belum lama ini, membuat stigma wanita bercadar menjadi negatif. Gara-gara itu video yang pernah diunggah pada 2018 ketika tiga orang wanita bercadar di kota Kendari, Sulawesi Tenggara mengadakan aksi 'Peluk Saya' di sebuah mall kembali viral.

Berawal dari video Youtube Hibarnita yang berjudul "Aksi peluk saya, bule ini katakan sesuatu yang sangat menyentuh." Video yang diiringi lagu Sabyan Gambus-Deen Assalam itu, memperlihatkan aksi hangat seorang wanita yang bersedia memeluk wanita bercadar.

Dalam video yang viral itu terlihat tiga orang wanita yang memakai cadar membawa kertas dengan tulisan berbeda-beda. Tulisan di kertas tersebut yaitu:

"Saya muslimah katakan kepada teroris "Kami tidak takut." Peluk saya jika kalian wanita dan setuju."

"Saya syar'i saya bukan teroris jika kalian wanita peluk saya."

"Saya muslimah kami tidak takut "Peluk Saya" jika kalian wanita dan setuju."

Aksi 'Peluk Saya' di Kendari, Sulawesi Tenggara bikin haru. Foto: Dok. tangkap layar akun Youtube Hibarnita.


Video di YouTube itu pun memperlihatkan setiap pengunjung mall ikut terharu saat memeluk ketiga wanita bercadar tersebut. Ada yang memeluk sambil meneteskan air mata. Ada yang ikut memberikan dukungan sambil mengusap punggung.

Salah satu pengunjung mall ada wanita bule dan tersenyum ketika memeluk wanita bercadar itu.

"Terimakasih sudah percaya," ucap haru salah satu wanita bercadar.

Lalu wanita bule yang sudah lancar berbahasa Indonesia berkata,"Tidak boleh takut ya."

Ia pun diminta untuk memberikan tanggapan tentang aksi 'Peluk Saya.'

"Saya pikir tidak bisa ambil keputusan karena baju yang mereka pakai. Karena kepercayaan di dalam itu tidak sama dengan baju," ujar wanita bule tersebut sambil tersenyum.

Aksi 'Peluk Saya' di Kendari, Sulawesi Tenggara bikin haru. Foto: Dok. tangkap layar akun Youtube Hibarnita.

Hingga Kamis (1/4/2021) video Youtube itu sudah ditonton 610.426 Views dan 1.309 komentar. Warganet ada yang ikut terharu dan ikut menangis ketika melihat video tersebut.

"Saya bukan muslim tapi saya bangga pada kalian .... kita saudara semua... islam bukan teroris kita semua keluarga...save," ujar akun Cyber Informatika.

"Aku liat video ini jadi kayak merasa bahwa banyak kedamaian dalam Islam, temen saya bahkan habis nonton ini, dia langsung kayak ingin pindah ke Islam, sedih dapet banget, makasih ya bang sudah bikin gw nangis ga ketulungan," tulis Niluh Sri Buana.

"Ya Allah rasanya pingin nangis, Islam itu indah dan sangat indah, Islam juga bukan teroris karna Islam di ajarkan bukan untuk menyakiti dan bukan untuk membenci ,i love you Islam," saut akun Rifqi Mubaroq.

Aksi 'Peluk Saya' di Kendari, Sulawesi Tenggara bikin haru. Foto: Dok. tangkap layar akun Youtube Hibarnita.

Konfirmasi Wolipop

Wolipop sudah mewawancarai Ince Syahrul Anam atau biasa dipanggil Ayoel, sebagai pengunggah video tersebut. Ia mengaku jika video tersebut direkamnya pada 27 Mei 2018 dan diunggah pada 30 Mei 2018. Ayoel pun merasa senang video lamanya bisa viral di media sosial.

"Senang pasti ada, tapi aku pengennya gerakan ini nggak berhenti sampai di sini, tetap ada gerakan-gerakan lagi yang lebih positif," ungkap Ayoel, Kamis (1/4/2021).

Ia pun menceritakan alasannya membuat video aksi 'Peluk Saya' yang kemudian diunggahnya ke Youtube tersebut. Dia ingin memberikan dukungan terhadap wanita bercadar di Kendari, Sulawesi Tenggara.

"Ini sebagai bentuk support kepada saudari-saudari yang bercadar biar nggak dianggap stranger di negara sendiri. Ada berbagai pihak juga yang tidak setuju sama video ini, tapi saya nggak peduli, karena tujuannya bukan untuk memajang saudari-saudari di tempat keramaian melainkan untuk mencerminkan kepada orang banyak bahwa wanita bercadar tak berbahaya," jelasnya panjang lebar.

Aksi 'Peluk Saya' di Kendari, Sulawesi Tenggara bikin haru. Foto: Dok. tangkap layar akun Youtube Hibarnita.

Selain itu Youtuber dan petani hidroponik itu mengaku jika sebelumnya konten tersebut, belum pernah dibuat oleh Youtuber lokal di Kendari. Ia ingin menyebarkan energi positif melalui video aksi 'Peluk Saya' tersebut.

Video itu pun mendapatkan reaksi positif dari warganet. Ayoel mengaku mendapatkan undangan di berbagai kota untuk melakukan aksi serupa.

"90% mendukung dan malah beberapa ada yg ngundang saya untuk ke kota mereka dan bikin seperti itu, 10% nya tdk setuju dengan video ini, mungkin mereka blm menemukan pesan penting dari video ini," jelasnya.

Ayoel yang memakai suara latar Sabyan Gambus menyebutkan dia tidak mendapatkan adsense dari Youtube. "Toh kalau memang video ini tujuannya untuk adsense, itu salah besar, karena earning iklan di video ini seluruhnya diambil oleh pihak label Sabyan, karena ada lagu mereka di situ dan mereka klaim musik dalam video itu. Jadi pure emang buat berkarya," lanjutnya.

Sumber:detik.com