Ulama: Tutup Warung Kopi yang Tidak Patuhi Imbauan Cegah Covid-19

Ulama: Tutup Warung Kopi yang Tidak Patuhi Imbauan Cegah Covid-19
Dokumentasi - Pekerja mengangkat kursi saat menutup warung kopi Taufik dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19, di kawasan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Aceh. Kamis (19/3/2020). (ANTARA/Khalis)

Banda Aceh, Acehbisnis.com - Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh menyatakan Pemerintah Aceh harus mengambil tindakan bagi warung kopi atau cafe yang tidak mematuhi imbauan terkait antisipasi penyebaran virus corona (Covid-19).

"Kalau memang pemilik warung kopi tidak mengindahkan (imbauan pemerintah) maka terpaksa harus ditutup, harus ditutup," kata Wakil Ketua MPU Aceh Tgk Faisal Ali di Banda Aceh, Minggu.

Ia menjelaskan Pemerintah Aceh dan pemerintah di kabupaten/kota telah mengeluarkan imbauan agar masyarakat untuk menjaga jarak dan tidak berkumpul dalam keramaian, sebagai upaya memutus penyebaran Covid-19 di tanah Serambi Mekkah.

Kata dia, ulama juga mengimbau agar pemilik warung, cafe, dan masyarakat mematuhi imbauan pemerintah tersebut untuk sementara waktu. Mengingat penularan virus tersebut begitu cepat sehingga dibutuhkan membatasi aktivitas yang mengumpulkan orang ramai.

"Warung kopi tetap dibuka, tidak ada masalah, tetapi hanya melayani orang untuk membeli kopi dan minum di rumah. Jadi beli kopi minum di rumah, minum di asrama, minum di kos, minum di tempat masing-masing," katanya.

Menurut ulama yang akrab disapa Lem Faisal itu bawah warung kopi dizinkan untuk tetap dibuka melayani warga, namun untuk kondisi saat ini bukan menjadi tempat tongkrong, mengingat Indonesia sedang menghadapi mewabahnya Covid-19.

Ia juga meminta pemerintah tidak hanya sekedar mengeluarkan imbauan tentang Covid-19 tersebut, namun juga dibutuhkan penindakan kepada pihak-pihak yang tidak menggubris seruan pemerintah terkait Covid-19 tersebut.

"Orang yang tidak mengindahkan, tetap melakukan aktivitas yang tidak punya kepentingan di jalan perlu ditangkap, lakukan hal-hal itu, dan itu dibenarkan untuk agama, demi menjaga kemaslahatan lebih besar," katanya.

Sumber:Antara
IKLAN HUT ACEH BISNIS ABDYA 8
IKLAN HUT ACEH BISNIS ABDYA 7
IKLAN HUT ACEH BISNIS ABDYA 6
HUT ACEH BISNIS BANK ACEH
IKLAN HUT ACEH BISNIS ABDYA 10