Tolong! Anak SD Harus Naik 'Keranjang Terbang' demi Seberangi Sungai

Tolong! Anak SD Harus Naik 'Keranjang Terbang' demi Seberangi Sungai
Keranjang Terbang di Kampar Riau (Dok. Video Viral Instagram)

Riau, Aceh Bisnis - Sebuah video viral menunjukkan kurangnya pembangunan infrastruktur di salah satu sudut Indonesia ini. Anak-anak SD menyeberang sungai tidak lewat jembatan, namun harus menaiki 'keranjang terbang'.

Tampak di video berdurasi 29 detik, tiga anak SD naik keranjang yang disangkutkan ke tali yang melintang di atas sungai. Mereka meluncur bak naik keranjang terbang, menyeberangi sungai di bawahnya. Tentu ini bahaya! Mereka butuh jembatan yang layak.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) akan mengecek kondisi memprihatinkan ini. "Kami sedang dalami kepastian titik lokasinya di mana," kata Ketua KPAI Susanto kepada wartawan, Kamis (10/6/2021).

Usut punya usut, ternyata flying fox 'keranjang terbang' ini ada di Riau. Sungai yang mereka seberangi adalah Sungai Siantan, Kuntu, di Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Flying fox 'keranjang terbang' tersebut menghubungkan Desa Kuntu dan Kuntu Darussalam yang terpisah Sungai Siantan.

Kepala Desa (Kades) Kuntu, Asril Bakar, mengatakan video viral berdurasi 29 detik tersebut berada di desanya. Lokasi itu merupakan perbatasan antara Desa Kuntu dan Desa Kuntu Darussalam.

Murid SD di Riau menyeberang sungai bak flying fox. (Dok. Video Viral Instagram)

Asril menyebut murid SD itu menyeberang dengan berpegangan pada 'keranjang terbang' karena ingin menghemat waktu. Dia mengatakan sebenarnya ada jalan lain untuk menyeberangi sungai.

"Itu jalan pintas, mereka mau ambil jalan pintas untuk ke sekolah. Sebenarnya ada jalan lain, lewat Jl KUD," kata Asril.

Selain bergantungan di keranjang, murid SD itu kerap menerjang arus sungai. Dia mengatakan hal itu dilakukan para siswa jika air sedang dangkal. "Kalau air dangkal ya nggak perlu pakai bergelantungan. Jalan saja bisa di sana, lepas sepatu, jalan kaki karena sungai itu dangkal. Kalau air naik, ya, gelantungan," katanya.

Tak hanya anak SD yang memakai 'keranjang terbang' nan berbahaya itu, warga desa nonpelajar juga memakainya. Bahkan anak TK juga naik itu keranjang.

"Sepanjang yang saya ketahui itu adalah dari perkebunan swasta, itu adalah tempat langsiran buah sawit. Kemudian dari investigasi kami, itu memang ada siswa SD tujuh orang, kemudian TK dan SMP masing-masing dua orang," kata Asril.

Sumber:detik.com