Terungkap 2,5 Ton Sabu di Aceh asal Timur Tengah

Terungkap 2,5 Ton Sabu di Aceh asal Timur Tengah
Foto: Istimewa

Jakarta, Aceh Bisnis - Tim gabungan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri dengan Direktorat Reserse Narkoba Polda Aceh bersama Kanwil Bea Cukai Aceh dan Satgassus Polri mengungkap peredaran narkotika jenis sabu seberat 2,5 ton asal jaringan Internasional Timur Tengah, Malaysia dan Indonesia. 

Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan, pengungkapkan itu berasal dari tiga lokasi yang berbeda. 

Pertama, merupakan Joint Operation antara Dit Tipidnarkoba Bareskrim Polri bersama Ditreskoba Polda Aceh dan BC Kemenkeu RI berikut Ditjen PAS Kemenkumham RI dengan barang bukti sabu seberat 1,278 kilogram dengan menahan 8 org tersangka.

Lokasi penangkapan pun berbeda-beda seperti di lokasi parkiran Ali Kopi Lampaseh Kota, Kuta Raja, Kota Banda Aceh dan Pantai Lambada Lhok, Aceh Besar.

Kedua, pengungkapan dilakukan oleh Satgasus Merah Putih berada di Lorong Kemakmuran, Kecamatan, Meureubo, Aceh Barat dengan barang bukti seberat 1.267 kilogram dengan 10 org tersangka termasuk dari lokasi ketiga di Pertokoan Daan Mogot, Jalan Tampak Siring Jakarta Barat.

"Kami ungkap kurang lebih 2,5 ton narkoba sabu asal Timur Tengah, Malaysia yang masuk ke Indonesia," kata Sigit dalam jumpa pers di Lapangan Bhayangkara, Rabu (28/4/2021).

Sigit mengungkapkan, pada pengungkapan tersebut aparat menangkap 18 orang tersangka dengan rincian 17 diantaranya Warga Negara Indonesia (WNI) dan satu Warga Negara Asing (WNA) Nigeria.

Bahkan, salah satunya harus diberikan tindakan tegas dan terukur atau tembak mati.

Adapun peran dari tersangka tersebut yakni, tujuh orang sebagai jaringan pengendali. Mereka adalah S, AAM, KNK, AW, HG, A dan MI.

Lalu, delapan orang sebagai jaringan transporter yaitu, M, MN, FR, MD, B, UI, R dan AMF. Tiga orang sebagai jaringan pemesan OL, AL dan SL. 

"Tersangka KNK, AW, HG, A, MI dan AL merupakan terpidana di lapas dengan hukuman diatas 10 tahun dan hukuman mati. Namun mereka masih bisa menjadi pengendali jaringan narkotika internasional," ujar Sigit. 

Sigit juga menuturkan, 2,5 ton sabu tersebut hasilnya mencapai Rp1,2 triliun. Sementara, hasil pengungkapan barang haram itu setidaknya ada 10,1 juta jiwa yang terselematkan. 

"Kalau dari sisi bahayanya maka dengan kani amankan 2,5 ton narkoba kami amankan masyarakat 10,1 juta jiwa, yang tentunya bisa diselamatkan dari potensi bahaya narkoba ini," tutur Sigit.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) subsidair Pasal 112 ayat (2) jo subsidiar Pasal 115 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009.

Selain Kapolri, kegiatan press release di Mabes Polri juga dihadiri oleh Menteri Keuangan, Srimulyani Indrawati, Kepala BNN RI, Petrus Reinhard Golose, Ketua Komisi III DPR RI, Herman Herry, Kabareskrim Polri, Komjen Pol Agus Adrianto, Kabaintelkam Polri, Komjen Pol Paulus Waterpau, Dirjen Bea Cukai Kemenkeu RI Askolani.

Lalu, juga hadir Dirjen Pas Kemenkumham RI, Irjen Pol Reynhard Silitonga, Wakabarekrim Polri, Irjen Pol Syahardiantono, Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono, Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Ferdy Sambo serta yang lainnya.()

Iklan Kelender event 2021 Disbudpar aceh