Terlambat Tender, AKA: Kontraktor Bakal Gulung Tikar

Terlambat Tender, AKA: Kontraktor Bakal Gulung Tikar
Mansur S, Ketua IV Bidang Kelembagaan dan Hukum Badan Pimpinan Pusat Asosiasi Kontraktor Aceh.

Banda Aceh, Aceh Bisnis - Ketua IV Bidang Kelembagaan dan Hukum Badan Pimpinan Pusat Asosiasi Kontraktor Aceh (BPP-AKA), Mansur S menyatakan, keterlambatan jadwal tayang pengumuman tender dapat menyebabkan sumber daya konstruksi tidak optimal dalam melaksanakan kontrak.

“Keterlambatan jadwal tayang pengumuman tender di LPSE Aceh bisa menyebabkan penyedia jasa konstruksi akan gulung tikar bahkan jika pelaksanaan tdk cukup waktu dgn kendala berbagai keadaan dilapangan ,   sanksi   black list , sita jaminan akan diterima oleh pelaku usaha ”kata Mansur S di Banda Aceh, Jum’at (9/4/2021).

Sebelumnya, Biro Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Aceh telah menerbitkan pemberitahuan resmi jadwal tender yang bersumber dari dana APBA tahun 2021 yang dimulai pada 5 Februari 2021 dengan disertai lampiran data paket.                                                  

Namun, kata dia, hingga sekarang LPSE Aceh masih belum menayangkan tender/seleksi seperti yang ditegaskan di dalam surat resmi pemberitahuan tersebut. 

Padahal, jelas Mansur, sektor jasa konstruksi merupakan kegiatan yang berfungsi sebagai pendukung prasarana peningkatan aktivitas masyarakat sosial ekonomi untuk mewujudkan pembangunan Aceh. 

“Karena pelaku usaha jasa konstruksi banyak melibatkan tenaga kerja lokal serta mengunakan barang  yang mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat di Provinsi Aceh,”ungkap dia. 

Sementara keterlambatan jadwal tayang pengumuman tender pastinya menyebabkan sumber daya konstruksi tidak optimal dalam melaksanakan kontrak. Karena pada pertengahan tahun dan akhir tahun dipastikan curah hujan tinggi, belum lagi ada istiadat di aceh dalam mengahapi 2 kali hari raya, semua kegiatan harus dihentikan sampai 1 atau 2 minggu. 

“Hal tersebut sebagai kendala  menyulitkan penyedia jasa konstruksi yang terus dituntut menyelesaikan  pekerjaan pada akhir tahunnya tanpa mengenal hari libur karena mengejar kualitas dan kuantitas sesuai jadwal waktu yang telah ditentukan oleh pemerintah,”ungkap Mansur. 

Dalam hal ini, Gubernur Aceh harus bersikap tegas dalam pengawasan pemilihan penyedia jasa konstruksi sesuai dengan kewenangannya yang diatur di Undang-Undang Nomor 02 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi Juncto Peraturan Pemerintah Nomor 22 tahun 2020. 

Menurut dia, percepatan pengumuman tender di 2021 akan berbanding lurus dengan peningkatan pembangunan sosial ekonomi masyarakat. 

“Kami pelaku usaha kontruksi swasta ingin bersama-sama pemerintah aceh  dalam meningkatkan perekonomian dan pembagunan Aceh untuk kesejahteraan masyarakat aceh umumnya .()

Iklan Kelender event 2021 Disbudpar aceh