Terkait Pelecehan Profesi, Ketua JMSI Aceh Akan Laporkan Wakil Kepala BPMA ke Polresta Banda Aceh

Terkait Pelecehan Profesi, Ketua JMSI Aceh Akan Laporkan Wakil Kepala BPMA ke Polresta Banda Aceh
Ketua JMSI Aceh, Hendro Saky.

Banda Aceh, Aceh Bisnis - Saya, Hendro Saky, Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Aceh, berencana akan melaporkan Wakil Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) ke Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banda Aceh, terkait dengan dugaan pencemaran nama baik dan profesi.

Dugaan pencemaran nama baik dan profesi tersebut, dikarenakan Wakil Kepala BPMA tersebut, memposting komentar disalah satu grup whatsApp yang bernada melecehkan profesi dan mengandung nilai-nilai pencemaran nama baik.

Dikatakannya, pada hari Senin, 15 Maret 2021, dirinya atas kesediaan Kepala BPMA diterima beraudiensi dengan pimpinan lembaga tersebut. Saat beraudiensi, sejumlah anggota JMSI Aceh dan pemilik perusahaan ikut hadir, dan selain diterima oleh Kepala BPMA, saat itu saudara Muhammad Najib juga ikut serta dalam pertemuan tersebut.

Usai silaturahmi dan audiensi, jelas dia, kepala BPMA Mohamad Faisal, Muhammad Najib dan tim instansi tersebut, melakukan foto bareng dengan jajaran pengurus JMSI Aceh.

Usai sesi foto bersama, Kepala BPMA Mohamad Faisal kemudian bertanya pada saya (Hendro Saky), apakah suka bermain bulu tangkis, dan saya katakan iya. Kemudian yang bersangkutan mengundang saya main badminton ke GOR Koni Aceh, pada senin malam.

Atas undangan Bapak Mohamad Faisal, saya selanjut datang ke lokasi GOR pada pukul 21.15 WIB, dan kemudian bermain berpasangan dengan rekan dari BPMA melawan Bapak Mohamad Faisal.

Setelah bermain dua set, saya minta izin pulang, dan kemudian Bapak Mohamad Faisal meminta saya untuk melakukan foto bersama menggunakan handphone beliau.

Dalam perkembangan, pada Rabu, 17 Maret 2021, saya mendapatkan screenshot atau tangkapan layar terkait komentar Wakil Kepala BPMA Mohamad Najib yang memberikan komentar pada foto tersebut, dengan mengatakan,

Dia (merujuk hendro saky), apakah orang BPMA juga, itu acara BPMA Badminton atau umum, atau sparring. Kemudian dijawab anggota grup lainnya, acara badminton bang. Dan kemudian Mohammad Najib berkomentar, Ok Fir, kaget saya ada Pak Hendro saky disitu, kirain ada pegawai baru direkrut gua gak tau. dan kemudian mengirimkan emoticon gambar yang terkesan melecehkan.

Padahal saya dan Mohamad Najib telah bertemu sebelumnya, dan yang bersangkutan mengetahui profesi saya sebagai pemilik media dan Ketua JMSI Aceh. Sehingga komentar yang bersangkutan pada grup tersebut terkesan bentuk pelecehan profesi.

Atas dugaan pelecehan profesi tersebut, saya berencana melaporkan Wakil Kepala BPMA, saudara Mohammad Najib pada tanggal 21 Maret 2021 mendatang ke Polresta Banda Aceh.

Sementara itu, Mohammad Najib yang diminta konfirmasi oleh wartawan Aceh Bisnis tak membalas pesan singkat yang dikirimkan melalui WhatshApp.