Teori Kebocoran Lab Wuhan di Balik Tabir Asal-usul COVID-19

Teori Kebocoran Lab Wuhan di Balik Tabir Asal-usul COVID-19
Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal

Jakarta, Aceh Bisnis - Asal-usul SARS-CoV-2, virus Corona penyebab pandemi COVID-19, masih gelap. Para ilmuwan masih galau di antara dua teori utama: muncul secara alami atau bocor dari laboratorium.

Kedua teori tersebut, menurut para ilmuwan, sama-sama memungkinkan. Amerika Serikat sampai melibatkan intelijen untuk meneliti lebih jauh kemungkinan mana yang paling kuat.

Belakangan ini, teori kebocoran laboratorium kembali jadi sorotan. Beberapa fakta terkait teori tersebut adalah sebagai berikut.

1. Apa itu teori kebocoran lab?
Teori kebocoran lab atau lab leak theory merujuk pada kemungkinan virus Corona lepas secara tidak sengaja dari laboratorium, dan bukan muncul secara alami dari hewan lalu menulari manusia. Para pendukung teori ini menudung Wuhan Institute of Virology (WIV), tempat para ilmuwan meneliti SARS-CoV-1 pada kelelawar yang mewabah pada 2002.

Dikutip dari Sky, para ilmuwan bereksperimen dengan virus hidup di laboratorium ini. Lokasinya tidak terlalu jauh dari pasar Huanan, tempat kasus pertama diyakini muncul.

Sebagian besar pendukung teori ini meyakini kebocoran terjadi karena tidak sengaja akibat human error, bukan seperti teori konspirasi yang juga beredar.

2. Apa yang diketahui sejauh ini?
Organisasi kesehatan dunia (WHO) telah melakukan investigasi terkait asal-usul persebaran COVID-19 sejak Maret 2020. Pada Januari 2021, para peneliti datang langsung ke Wuhan untuk mengumpulkan data.

Laporan akhir pada Maret 2021 menyimpulkan bahwa mungkin dan sangat mungkin virus Corona menular dari kelelawar ke manusia melalui spesies yang tidak diketahui. Dalam laporan tersebut, kemungkinan bocor dari laboratorium disebut sangat kecil kemungkinannya, tetapi tetap tidak bisa dikesampingkan.

3. Mencuat lagi gara-gara laporan intelijen AS
Meski meredup sejak keluarnya laporan WHO, teori kebocoran laboratorium kembali mencuat belakangan ini. Sebuah laporan intelijen Amerika Serikat menyebut tiga peneliti di laboratorium WIV pergi berobat ke rumah sakit pada November 2019 sebelum terjadi pandemi COVID-19.

Disebutkan, para peneliti mengalami gejala mirip virus Corona. Laporan ini kembali memberikan angin bagi teori kebocoran laboratorium. Amerika Serikat kini melakukan investigasi lebih spesifik.

Sumber:detik.com