Temuan Tak Terduga dari Rumah Perekam Presiden Prancis Ditampar Warga

Temuan Tak Terduga dari Rumah Perekam Presiden Prancis Ditampar Warga
Foto: AP Photo/Thibault Camus)

Paris, Aceh Bisnis - Kepolisian Prancis menemukan benda-benda tak teduga di rumah tersangka yang merekam ketika Presiden Emmanuel Macron ditampar warga di depan umum. Benda tak terduga itu yakni sebuah buku manifesto pemimpin Nazi, Adolf Hitler dan beberapa senjata.

Benda-benda tersebut ditemukan ketika pihak kepolisian prancis menggeledah rumah salah satu tersangka. Tersangka itu diketahui sebagai salah satu orang yang merekam ketika Presiden Macron ditampar warga.

Seperti dilansir BBC dan Associated Press, Kamis (10/6/2021), ada dua tersangka yang ditahan terkait insiden di kota kecil Tain-l'Hermitage pada Selasa (8/6) waktu yang lalu. Tersangka pertama yang menampar Macron di wajah diidentifikasi sebagai Damien Tarel (28).

Tarel yang tidak memiliki catatan kriminal sebelumnya ini, diperkirakan akan didakwa atas penyerangan tokoh publik. Dakwaan itu memiliki ancaman hukuman maksimum tiga tahun penjara dan denda maksimum 45.000 Euro (Rp 780 juta).

Kemudian tersangka selanjutnya diidentifikasi sebagai Arthur C yang juga berusia 28 tahun. Arthur berperan merekam ketika penyerangan dilakukan Tarel. Arthur pun tak memiliki catatan kejahatan.

Kedua pelaku itu pun sama-sama berasal dari Tain-l'Hermitage. Pihak kepolisian kemudian menggeledah rumah kedua pelaku.

Kantor jaksa setempat menuturkan bahwa di rumah Arthur, polisi menemukan sejumlah senjata, beberapa buku tua soal seni perang, kemudian sebuah salinan buku manifesto Hitler yang berjudul 'Mein Kampf' dan dua bendera, dengan salah satunya melambangkan komunis dan yang lain simbol revolusi Rusia.

Tak hanya itu, beberapa pucuk senjata juga ditemukan di rumah Arthur. Di antara senjata yang ditemukan dalam penggeledahan di rumah Arthur terdapat sebuah pedang, sebuah belati dan sebuah senapan kolektor yang dimilikinya secara legal. Tidak diketahui secara jelas apakah senjata itu bisa berfungsi baik.

Penampar Presiden Macron Akui Bertindak Tanpa Berpikir

Damien T (28), pelaku penampar Presiden Macron, untuk pertama kali dihadirkan dalam sidang di pengadilan kota Valence pada Kamis (10/6) waktu setempat. Dia sebelumnya ditahan lantaran menampar Macron dalam kunjungan di kota Tain-l'Hermitage pada Selasa (8/6) waktu setempat.

"Dia menyatakan bahwa dia bertindak secara naluriah, dan 'tanpa berpikir' untuk mengekspresikan kekesalannya," demikian pernyataan kantor jaksa setempat, merujuk pada Damien.

Damien yang oleh teman-temannya digambarkan sebagai sosok pemalu dan pendiam ini, juga menuturkan kepada penyidik bahwa dirinya bersimpati dengan gerakan demonstran antipemerintah 'rompi kuning' dan condong ke aliran sayap kanan-jauh untuk aliran politiknya, namun tidak memiliki afiliasi partai.

Pemuda berambut gondrong ini merupakan warga desa Saint-Villier dan tidak memiliki pekerjaan tetap. Dia disebut sangat menggemari sejarah dan seni bela diri abad pertengahan, serta sempat meneriakkan seruan perang abad pertengahan saat menyerang Macron.

Sumber:detik.com