Tanggapi Kudeta Militer dengan Tegas, Biden Bekukan Akses Aset Jenderal Myanmar

Tanggapi Kudeta Militer dengan Tegas, Biden Bekukan Akses Aset Jenderal Myanmar
Presiden Joe Biden berbicara selama Pelantikan di US Capitol di Washington, Rabu (20/1/2021). Joe Biden mengalahkan Donald Trump di pemilu AS 2020 dengan perolehan 81 juta suara. (AP Photo/Patrick Semansky, Pool)

Washington D.C, Aceh Bisnis - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyatakan bahwa pemerintahannya mengambil tindakan terhadap militer Myanmar dengan membekukan akses ke aset yang berbasis di AS.

Menyusul kudeta militer yang terjadi di Myanmar, Biden mendesak para jenderal negara itu untuk melepaskan kekuasaan.

"Hari ini saya kembali menyerukan kepada militer Burma untuk segera membebaskan para pemimpin politik demokratis dan aktivis yang mereka tangkap termasuk Aung San Suu Kyi dan juga Presiden Win Myint," kata Biden dalam pernyataannya menyusul kudeta di Myanmar pekan lalu.

"Militer harus melepaskan kekuasaan," jelas Biden, seperti dikutip dari Channel News Asia, Kamis (11/2/2021).

Biden juga mengatakan bahwa pemerintahannya memutus akses dana terhadap para jenderal militer Myanmar sebesar US$ 1 miliar di AS dan akan segera mengeluarkan sanksi baru.

"Saya telah menyetujui perintah eksekutif baru yang memungkinkan kita untuk segera memberikan sanksi kepada para pemimpin militer yang mengarahkan kudeta, kepentingan bisnis mereka serta anggota keluarga dekat," terangnya.

Dikatakan juga bahwa pemerintahan Biden akan mengidentifikasi target putaran pertama di bawah sanksi pekan ini.

Selain itu, Biden menegaskan kembali bahwa AS tidak akan mengekang bantuan ke Myanmar, yang juga dikenal sebagai Burma, yang ditujukan kepada masyarakat sipil atau kelompok kemanusiaan.