Tambang Ditutup, Investor Kesulitan Cari Emas

Tambang Ditutup, Investor Kesulitan Cari Emas
Seorang karyawan memegang beberapa butiran emas di Perth Mint Refiner. - Carla Gottgens / Bloomberg

Jakarta, Acehbisnis.com – Para investor kesulitan mencari emas sebagai aset safe haven untuk berinvestasi karena terganggunya suplai logam mulia tersebut akibat pandemi virus Corona.

Dilansir dari Bloomberg pada Kamis (26/3/2020), negara-negara yang memiliki industri pemurnian emas seperti Swiss harus menghentikan industri pengolahan emas karena arus barang yang terhenti.

Selain itu, tambang-tambang emas di dunia juga memilih untuk mengurangi produksi yang membuat aset ini kian sulit dicari. Investor yang ingin membeli dan menyimpan emas batangan masih harus menunggu perusahaan pemurnian emas di Swiss yang masih ditutup menyusul penyebaran wabah virus Corona.

Global Sales Director for Gold di IBV International Vaults Debra Thomson mengatakan rantai suplai emas dunia saat ini semakin ketat. Umumnya, investor swasta membeli emas batangan dibawah 1 kilogram. Penurunan suplai ini amat berdampak pada pasar ritel.

Dalam periode satu bulan, harga emas mengalami volatilitas yang cukup tinggi seiring dengan aksi jual yang dilakukan investor untuk mengambil keuntungan. Sementara, aksi jual juga dilakukan untuk membeli aset yang lebih aman seperti mata uang dolar AS.

Di sisi lain, investor kembali membanjiri pasar emas setelah munculnya insentif yang mendorong berkurangnya tekanan pada pembiayaan. Pasar spot emas sudah mengalami kenaikan hampir 8 persen sepanjang pekan di level US$1.617 per ons.

Goldman Sachs Group Inc. mengatakan saat ini merupakan saat yang tepat untuk membeli emas karena harga emas telah berada di titik perubahan yang masif.

“Gairah investor untuk mencari emas saat ini sedang tinggi. Mereka akan membeli jenis emas apapun yang ada di pasar tanpa memperhatikan bentuknya, baik koin maupun emas batangan,” ujar co-founder of Merrion Vaults Seamus Fahy.

Sumber:Bisnis.com
HIMBAUAN FORKAMPIDA ACEH
IKLAN CORONA pemrpov aceh