Tak Enak Hati Bamsoet ke Jokowi karena Banalnya Isu Konser Amal di Tengah Pandemi

Tak Enak Hati Bamsoet ke Jokowi karena Banalnya Isu Konser Amal di Tengah Pandemi
Foto: MPR

Jakarta - Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyoroti isu terkait konser virtual bersama Bimbo yang digelar untuk penggalangan dana bagi yang terdampak virus Corona. Bamsoet mengaku tak enak hati kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) atas hal tersebut.

Bamsoet mengatakan perbincangan menjadi ramai usai pelaksanaan konser. Bahkan dia menilai isu-isu terkait konser itu justru menjadi isu liar.

"Karena hari-hari ini pascakonser sungguh luar biasa ramainya, baik di dunia maya maupun di dunia nyata, sampai-sampai isu yang berkembang ini tampak liar," kata Bamsoet dalam konferensi pers yang disiarkan YouTube BNPB, Jumat (22/5/2020).

Bamsoet mengungkapkan, dirinya tak enak hati dengan Jokowi yang juga membuka konser virtual tersebut. Jokowi disebut, tidak mengetahui apa pun soal lelang tersebut.

"Jujur saja saya sampai tidak enak hati dengan presiden dan Setneg, karena sebenernya beliau tidak tau apa-apa," ujar Bamsoet.

Dia menuturkan Jokowi hanya ingin membantu menjalankan gagasan yang diusulkan oleh para seniman dan pekerja seni, di mana Bamsoet menuturkan para seniman sebelumnya telah mendatanginya terlebih dulu.

"Beliau hanya membantu, hanya ingin membantu gagasan para seniman dan para pekerja seni yang sebelumnya datang pada saya datang pada Kepala BPIP datang pada BNPN," kata Bamsoet.

"Untuk melakukan gagasan untuk melakukan konser dengan niat membantu saudara saudaranya sesama seniman dan pekerja seni yang membutuhkan. Syukur-syukur dapat lebih untuk membantu masyarakat lain yang terdampak, ada peternak, nelayan, petani," sambungnya.

Selanjutnya gagasan acara ini mendapatkan dukungan, karena dinilai sangat mulia untuk membantu masyarakat. Sehingga dia menyebut Jokowi mau untuk memberikan tanda tangan dan menyerahkan motor untuk dilelang.

"Karena saya lihat gagasan ini sangat mulia saya, Prof Yudian dan Mas Donny mendukung acara ini. Kemudian alhamdulillah presiden membubuhkan tanda tangan dan menyerahkan motor yang ada di hadapan kita ini," kaya Bamsoet.

Bamsoet pun meminta maaf atas heboh lelang motor listrik Gesits bertanda tangan Presiden Jokowi tersebut. Bamsoet mengatakan dirinya merupakan pihak yang patut disalahkan.

"Jadi sekali lagi saya atas nama seluruh panitia menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya pada Pak Presiden pada Setneg. Kalau ada pihak yang harus disalahkan saya orangnya, saya Bambang Soesatyo yang patut disalahkan, bukan yang lain karena saya PJ acara ini," kata Bamsoet.

Sebelumnya diberitakan, Muhammad Nuh yang disebut sebagai pengusaha asal Jambi menjadi pemenang lelang motor listrik Gesits bertanda tangan Presiden Jokowi dalam konser penggalangan dana untuk virus Corona. Belakangan diketahui, M Nuh ternyata tidak mengetahui acara yang diikutinya adalah lelang dan menyangka akan mendapat hadiah.

Kapolda Jambi Irjen Firman Setyabudi mengatakan pihaknya tidak melakukan penangkapan dan penahanan terhadap M Nuh. M Nuh justru meminta perlindungan polisi karena takut ditagih atas lelang yang dimenanginya.

Sumber:detik.com