Suprawoto: Manfaatkan Medsos Untuk Berbisnis, Bukan Penyebar Kebencian

Suprawoto: Manfaatkan Medsos Untuk Berbisnis, Bukan Penyebar Kebencian
Seminar media sosial, globalisasi dan dampaknya terhadap dinamika masyarakat.(AcehBisnis)

Banda Aceh - Manfaatkan lah media sosial (medsos) sebagai tempat berbisnis untuk mencari keuntungan, bukan sebaliknya dijadikan sebagai medsos untuk menyebarkan ucaran kebencian yang semakin marak terjadi di internet.

Hal itu diungkapkan Dr. Suprawoto dari Ditjen IKP Kominfo RI yang menjadi salah satu pembicara pada kegiatan media sosial, globalisasi dan dampaknya terhadap dinamika masyarakat di salah satu hotel berbintang di Banda Aceh, Minggu (8/10/2017).

Kegiatan yang mengambil tema "Dalam rangka Diseminasi, dan Sosialisasi Informasi Publik untuk penguatan semenngat dan kebangsaan" juga menghadirkan narasumber yakni Anggota DPR RI asal Aceh Prof. Dr. Bachtiar Aly, MA, dan Dr. rer. med Marthoenis, MSc. MPH.

Ia menyatakan, bahwa medsos bisa dimanfaatkan untuk berbisnis bagi penguna internet, karena bisnis online sudah tidak diragukan lagi. "Manfaatkan internet untuk berbisnis saja, dan hindari ujaran kebencian yang sekarang semakin marak terjadi di medsos,"ungkapnya.

Apalagi, sebut Suprawoto, sekarang perkembangan teknologi sangat luar biasa. Menurut catatan global forum ekonomi bahwa 2015-2020 itu, pekerjaan yang akan hilang atau berubah sekitar 35 persen. Sementara ASEAN sendiri rata-rata akan hilang sekitar 19 persen.

"Hal itu disebabkan oleh mobile internet dan club teknologi yang terus berkembang. Ini yang perlu kita sikapi, karena akan merubah cara bekerja, cara belajar dan lainnya. Kalau tidak kedepan kita akan menjadi penonton, dan ini akan berbahaya,"ungkapnya.

Menurutnya, ketika teknologi terus berkembang di negara-negara besar, termasuk di Indonesia, mungkin saja kita aktif ketika teknologi itu berkembang, tapi manfaatnya hanya sekedar manfaat untuk media sosial saja, tidak untuk bisnis dan belajar, itu yang kita kwatirkan kedepan.

Untuk itu, kita berharap masyarakat bisa memanfaatkan medsos untuk berbisnis dan membuka usaha, sehingga bisa meningkatkan ekonomi daerah, dan keluaraga. "Jangan medsos dijadikan sebagai tempat ujaran kebencian,"terangnya.

Sementara itu, Anggota DPR RI asal Aceh Prof. Dr. Bachtiar Aly, MA, mengatakan, seharusnya Provinsi Aceh mempuyai suatu sumber informasi yang akurat, termasuk Mediastream, media pemerintah, dan pejabat publik yang berkompenten di bidang tersebut, sehingga berbagai persoalan bisa diselesaikan.

Selama ini, katanya, banyak yang berbicara bukan kapasitasnya, dan bukan kompetensinya, jadi dia asal bicara aja ketika ditanyak oleh para media. "Ini salah satu kelemahaan media yang mencari seorang narasumber yang tidak berkompeten sama sekali, itu berarti ikut menyesatkan masyarakat,"ungkapnya.

"Seharusnya, media harus mencari narasumber yang betul-betul berkompten dibidangnya masing-masing sehingga berita yang keluar akurat, kalau ada berita yang kurang akurat cepat diverifikasi oleh media pemerintah, tanpa harus menyalahkan pihak lain,"jelasnya.

Sebenarnya, tambahnya, pengunaan medsos ini tidak perlu dikwatirkan, karena masyarakat akan dewasa dan bisa menilai berita hoax atau bukan.

"Sosial media bisa berdampak positif dan negatif bagi pengunannya. Dampak positif yakni bisa berbisnis, bisa belajar, bahkan bisa digunakan sebagai tempat untuk ceramah. Sementara dampak negatif orang bisa terkena gangguan fisik karena terlalu lama bermain geme, atau hal lainnya, bahkan bisa terkena gangguan jiwa karena terlalu lama mengunakan medsos,"ungkap Dr. rer. med Marthoenis, MSc. MPH.

IKLAN HUT ACEH BISNIS ABDYA 8
IKLAN HUT ACEH BISNIS ABDYA 7
IKLAN HUT ACEH BISNIS ABDYA 6
HUT ACEH BISNIS BANK ACEH
IKLAN HUT ACEH BISNIS ABDYA 10