Strategis ARC dalam Bangkitkan Nilam Aceh

Strategis ARC dalam Bangkitkan Nilam Aceh
Kepala Kepala ARC)-PUI Nilam Aceh USK, Syaifullah Muhammad bersama Kepala Sekolah SMP 16 Banda Aceh, Syarifah Nargis, Rabu (31/3/2021) melakukan MoU di Banda Aceh.(Istimewa)

Banda Aceh, Aceh Bisnis - Atsiri Research Center (ARC)-Pusat Unggulan Iptek (PUI) Nilam Aceh Universitas Syiah Kuala (USK) menjalin kerjasama dengan SMPN 16 Banda Aceh di bidang penelitian, karya tulis, pelatihan guru, pengabdian masyarakat, magang, praktek lapangan dan pengembangan produk inovasi berbasis minyak atsiri.

Penandatanganan MoU dilakukan langsung Kepala Kepala ARC)-PUI Nilam Aceh USK, Syaifullah Muhammad bersama Kepala Sekolah SMP 16 Banda Aceh, Syarifah Nargis, Rabu (31/3/2021) di Banda Aceh.

Kepala ARC, Syaifullah Muhammad mengatakan, kerjasama ini untuk membangkitkan kembali nilam Aceh. "Usaha ini telah dilakukan selama lebih dari 4 tahun melalui kerja sama multi pihak dari kalangan perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, masyarakat dan media".

Dikatakannya, masterplan pengembangan industri nilam Aceh telah disusun secara bersama oleh ARC, Pemerintah dan Bank Indonesia dalam beberapa tahun terakhir dan diharapkan dapat dilaksanakan secara komprehensif dari hulu ke hilir.

"ARC telah mampu melakukan purifikasi nilam dengan teknologi molecular distillation dan fraksinasi untuk menghasilkan minyak nilam bersih dan berkualitas tinggi, sehingga bisa digunakan dalam berbagai produk turunan,"jelas Syaifullah.

Saat ini, jelas dia, ARC telah memiliki perjanjian kerjasama dengan beberapa perusahaan Perancis dan Swasta Nasional. "Kita bertekat untuk segera melakukan ekspor produk turunan nilam ke negara tetangga". 

"Kita akan memerlukan semakin banyak minyak nilam masyarakat untuk diproses lebih lanjut menjadi berbagai produk,"papar dia.

Kerjasama dengan SMP 6 ini, kata dia, merupakan langkah strategis dalam menciptakan pengembangan subsistem pendukung (supporting subsistem) dari agro industri nilam dalam diseminasi pengetahuan, internasilasi inovasi teknologi kepada guru dan generasi muda. 

"Kita berharap akan bisa meluaskan kerjasama dengan berbagai sekolah di Aceh. Untuk tahap awal ARC akan melatih 16 siswa dengan guru pendampingnya dalam mengembangkan produk inovasi berbasis minyak atsiri Aceh,"pungkasnya.

Sementara itu, Kepala SMP 6 Banda Aceh, Syarifah Nargis mengatakan, sekolah sangat perlu dukungan dari perguruan tinggi untuk sejak dini memperkenalkan riset dan inovasi bagi para siswa.

"Kami bersyukur bisa MoU dengan ARC, sebuah pusat riset yang dalam waktu rekatif singkat telah menjadi rujukan nasional untuk pengembangan nilam" ujar Nargis. 

Menurut dia, kerjasama ini akan membantu siswa memahami konsep ilmiah dalam sebuah penelitian dan pengembangan inovasi. 

"Kami juga berharap ARC dapat membantu siswa dan guru dalam penulisan dan komunikasi ilmiah,"pungkasnya.()