Sempat Kabur ke Malaysia, Oknum Keuchik Matang Ulim Ditangkap Karena Korupsi Dana Desa

Sempat Kabur ke Malaysia, Oknum Keuchik Matang Ulim Ditangkap Karena Korupsi Dana Desa

Lhokseumawe - Oknum Keuchik Gampong Matang Ulim, Kecamatan Samudra, Aceh Utara yakni IL (41) akhirnya ditangkap personel Sat Reskrim Polres Lhokseumawe atas kasus korupsi dana desa, setelah sempat buron dan diketahui kabur ke Malaysia.

Wakapolres Lhokseumawe, Kompol Ahzan didampingi Kasat Reskrim, AKP Indra T Herlambang mengatakan, tersangka IL merupakan Pj Keuchik dan diketahui berstatus PNS di Pemko Lhokseumawe. Ia pun ditangkap kembali setelah kabur pada 7 Februari lalu.

"Tersangka menjabat Keuchik selama satu tahun enam bulan sejak tahun 2017," ujarnya dalam konferensi pers di Mapolres Lhokseumawe, Minggu (23/2/2020).

Diketahui, IL telah menggelapkan dana desa sebesar Rp 361 juta lebih. Tahun 2017 lalu, IL mengambil uang sebanyak tujuh kali dari total anggaran dana desa sebesar Rp 793 juta lebih yang bersumber dari APBN 2017.

"Pengambilan uang dilakukan dengan memalsukan tanda tangan bendahara di lembaran cek, dilakukan sebanyak empat kali yakni pada September, Oktober satu kali dan Desember satu kali dengan total Rp 300 juta," jelasnya.

Selain itu, IL juga sempat mengambil uang lainnya sebanyak tiga kali dan hal ini diketahui oleh bendahara gampong. Satu kali penarikan dilakukan pada Agustus dan dua kali penarikan lainnya dilakukan pada Desember 2017 dengan total uang Rp 110 juta lebih.

"Uang itu tidak diberikan ke bendahara, dana desa yang dikuasai pada 2017 sebanyak Rp 410 juta lebih dan dikembalikan Rp 85 juta setelah dipakai," kata Kompol Ahzan.

Setelah polisi melakukan audit, sambung Wakapolres, diketahui kerugian uang negara mencapai Rp 361 juta lebih. Pembangunan di Gampong Matang Ulim tahun 2017 pun banyak yang tidak terlaksana dan tak selesai.

Kasat Reskrim menambahkan, pihaknya menetapkan IL sebagai buronan setelah sempat kabur. Pada awal tahun kemarin, polisi akhirnya memperoleh informasi dari masyarakat bahwa yang bersangkutan telah kembali sehingga dilakukan penangkapan.

Selain tersangka, petugas juga mengamankan sejumlah dokumen cek pencairan dana desa, print out rekening koran dan lainnya sebagai barang bukti dalam penangkapan tersebut.

"Tersangka dijerat Pasal 2 Ayat 1 jo Pasal 3 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi, maksimal 20 tahun penjara," tambah AKP Indra T Herlambang.

IKLAN HUT ACEH BISNIS ABDYA 8
IKLAN HUT ACEH BISNIS ABDYA 7
IKLAN HUT ACEH BISNIS ABDYA 6
HUT ACEH BISNIS BANK ACEH
IKLAN HUT ACEH BISNIS ABDYA 10