Sedang Transaksi Sabu, Tukang Becak Ini Ditangkap Polisi

Sedang Transaksi Sabu, Tukang Becak Ini Ditangkap Polisi

Banda Aceh, Acehbisnis.com - Peredaran narkoba di wilayah hukum Polresta Banda Aceh masih tinggi, meski saat ini gencar dilakukan penangkapan terhadap pelaku pengguna, pengedar dan menguasai narkoba mulai dari warga yang ekonomi atas hingga ekonomi ke bawah. 

Sat Resnarkoba Polresta Banda Aceh yang baru saja dipimpin AKP Raja Aminuddin Harahap saat ini gencar melakukan penangkapan terhadap pelaku yang melakukan penyalahgunaan narkoba.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kasat Resnarkoba mengatakan, penyalahgunaan narkotika di Aceh khususnya wilayah hukum Polresta Banda Aceh harus diputuskan mata rantai nya.

"Personel Opsnal Sat Resnarkoba sudah saya intruksikan untuk menangkap seluruh pelaku penyalahgunaan narkotika di wilayah hukum Polresta Banda Aceh, mulai dari ekonomi atas hingga ke bawah seperti yang dilakukan pada saat ini," ujar Raja, Minggu (31/5/2020).

Penangkapan terhadap tukang becak berinisial RS (33), warga Gampong Beurawe, Kecamatan Kita Alam yang sedang bertransaksi narkotika terjadi di depan rumah makan Ayam Lepas kawasan Gampong Bandar Baru, Sabtu (30/5/2020) malam. 
   
"RS ditangkap saat sedang melakukan transaksi dengan pembeli berinisial AM yang melarikan diri saat petugas tiba di lokasi," jelas AKP Raja Aminuddin Harahap.

Dalam penggeledahan, petugas menemukan barang bukti sabu seberat 0,59 gram di tanah tepatnya di bawah becak yang di kendarai tersangka RS. Saat melakukan transaksi sabu dengan AM yang kini ditetapkan sebagai  DPO, RS sudah menyerahkan barang bukti sabu kepada AM.

"Namun, karena melihat polisi datang, barang bukti sabu itu di buang oleh AM sehingga berada di tanah tepat di bawah becak yang dikendarai RS, tersangka AM pun melarikan diri," kata Kasat.

Dari interogasi terhadap RS,satu paket sabu tersebut diperoleh dari SA (DPO) warga Banda Aceh. Barang haram itu dibelinya seharga Rp 500 ribu di rumah SA. Selain sabu, petugas juga mengamankan becak dan handphone dari tangan tersangka RS.

"RS saat ini mendekam di sel tahanan Polresta Banda Aceh dan dijerat  Pasal 112 ayat (1) Jo pasal 114 ayat (1) dari UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara 12 tahun," tambah mantan Kasat Resnarkoba Polres Aceh Besar dan Pidie ini.

WTP Pemkab Pidie