Rokok Tanpa Bandrol dan Pita Cukai Beredar di Aceh Tamiang

Rokok Tanpa Bandrol dan Pita Cukai Beredar di Aceh Tamiang
Teks foto: Rokok "Luffman" tanpa bandrol dan pita bea cukai diduga ilegal beredar di Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (30/3).

Aceh Tamiang, AcehBisnis - Rokok tanpa bandrol dan Pita cukai beredar  di sejumlah kios rokok di Kabupaten Aceh Tamiang. Rokok tanpa bandrol seharga Rp.10.000/bungkus ini bermerek "Luffman" dan "Lacyman" berisi 20 batang.

Dua merek rokok tanpa bea cukai ini disebut-sebut berasal luar negeri atau Jiran, ternyata laris dipasaran karena banyaknya peminatnya, serta harganya berbeda dengan jenis rokok yang ada pita bea cukai.

Seperti yang diungkapnya salah seorang, warga Karang Baru, Pria MR (55) mengaku sudah mengkonsumsi rokok tersebut selama tiga bulan lalu.

“Saya beli rokok Luffman karena harganya murah cuma Rp 10 ribu/bungkus,"katanya kepada AcehBisnis, Selasa, (30/3/2021) ditemui di salah 
 warung di Karang Baru.

Ia menuturkan, selain harganya terjangkau, rokok diduga illegal ini pun mudah didapat di sejumlah kios rokok. Bahkan rokok tersebut juga merambah ke kampung-kampung dan perkebunan."Yang banyak dijual di kedai-kedai, seperti di Pajak Kota Kuala Simpang dan Karang Baru, mudah mendapatkannya,"ujarnya.

Dia mengaku sudah menjadi mencoba rokok Luffman dan Lacyman sejak tiga bulan terakhir. Namun menurutnya rokok asal luar negeri tersebut sudah beredar lebih dari 1 tahun lalu. 

"Rokoknya ada dua jenis, merah dan putih. Tapi yang putih agak keras, saya suka Luffman yang merah,"ucapnya tentang rasa.

Berdasarkan informasi yang diperoleh AcehBisnis, rokok ini diduga diselundupkan dari jalur tikus di sejumlah wilayah pesisir Kabupaten Aceh Tamiang. Garis pantai kabupaten ujung timur Aceh ini berbatasan dengan laut Selat Malaka. Sehingga sangat rawan barang-barang dari luar negeri masuk ke Aceh Tamiang melalui jalur laut.

Sejumlah aksi penyelundupan juga pernah terjadi di pesisir Kecamatan Seruway dan Bendahara, Aceh Tamiang. Dermaga tidak resmi sering dijadikan tempat bongkar muat barang-barang ilegal seperti, rokok, ayam siam Bangkok, bunga anggrek, bawang merah yang juga pernah diamankan oleh aparat berwenang.