Realisasi Pendapatan Aceh Capai 98,13 Persen di 2019

Realisasi Pendapatan Aceh Capai 98,13 Persen di 2019

Banda Aceh, Acehbisnis.com - Sekretaris Daerah Aceh dr. Taqwallah M.Kes menyampaikan anggaran pendapatan Aceh pada tahun 2019 direncanakan sebesar Rp.15,69 triliun dengan realisasi Rp.15,39 triliun atau jika di persentasekan sebesar 98,13 persen.

Anggaran tersebut bersumber dari pendapatan asli Aceh, dana perimbangan, dan pendapatan yang sah lainnya.

Hal tersebut disampaikannya saat membacakan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Aceh tahun anggaran 2019 kepada Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, di Ruang Sidang Paripurna DPRA, Senin (15/6/2020)

Ia menjelaskan, pendapatan asli Aceh bersumber dari pajak, retribusi, dan pendapatan hasil pengelolaan kekayaan daerah. Dari pendapatan asli Aceh yang direncanakan berjumlah Rp.2,58 triliun dengan realisasi Rp.2,54 triliun atau 98,1 persen.

Pendapatan asli Aceh lainnya sebagai daerah otonomi khusus, jelas Taqwa berupa penerimaan zakat dan infak, yang direncanakan sebanyak Rp.50,24 miliar dan terealisasi sebesar Rp.248,95 miliar atau 495,46 persen.

Pendapatan dari dana perimbangan yang bersumber dari pemerintah pusat, berupa dana bagi hasil pajak/bukan pajak, dana alokasi umum, dan dana lokasi khusus yang direncanakan sebesar Rp.4,23 triliun dengan realisasi sebesar Rp.4,08 triliun atau 96,33 persen. 

Pendapatan daerah yang sah, bersumber dari pendapatan hibah, dana penyesuaian dan otonomi khusus, serta pendapatan lainnya direncanakan sebesar Rp.8,86 triliun dengan realisasi Rp.8,77 triliun atau 98,99 persen.

Untuk belanja Aceh tahun anggaran 2019, lanjut Taqwa direncanakan Rp.17,32 triliun dengan realisasi sebesar Rp.15,58 triliun atau 89,92%, yang  terdiri atas belanja tidak langsung sebesar Rp.6,79 triliun dengan realisasinya sebanyak Rp.6,56 triliun atau 96,55% dan Belanja Langsung Rp.10,53 triliun realisasi Rp.9,01triliun atau 85,64 persen.

Lebih lanjut, Taqwa menambahkan, penerimaan pembiayaan yang diperoleh dari Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) tahun anggaran 2018 realisasinya Rp.2,95 triliun, Sedangkan rencana pengeluaran pembiayaan sebanyak Rp.75,31 miliar, sehingga pembiayaan netto direncanakan Rp.2,88 triliun realisasinya Rp.2,87 triliun lebih atau 99,89 persen.

Pemerintah Aceh dalam melaksanakan tugas pembantuan dari Pemerintah Pusat memperoleh sebelas Daftar Isi Pelaksanaan Anggaran (DIPA) yang dilaksanakan oleh tujuh SKPA dengan anggaran sebesar Rp.217,21 miliar, realisasi Rp.208,33 miliar atau 95,91 persen.

Dalam pembacaan nota LKPJ Gubernur Aceh Tahun Anggaran 2019, kata Taqwallah, laporan yang dipaparkan tersebut merupakan laporan tahun ketiga pelaksanaan RPJMA Tahun 2017-2022, yang memuat capaian indikator pelaksanaan pembangunan baik secara makro maupun mikro. 

"LKPJ ini mengacu pada pelaksanaan program dan kegiatan RKPA Tahun 2019 oleh masing-masing SKPA sesuai dengan tugas dan fungsinya berdasarkan data APBA Tahun Anggaran 2019," ujar Taqwallah.(adv)