Produksi AS Melambat, Harga Minyak Melonjak Lebih dari 3 Persen

Produksi AS Melambat, Harga Minyak Melonjak Lebih dari 3 Persen
Ilustrasi tambang migas (iStockPhoto)

Jakarta, Aceh Bisnis - Harga minyak naik lebih dari 3 persen pada menutupan perdagangan Senin (Selasa pagi waktu Jakarta). Kenaikan harga minyak ini dipengaruhi sentimen pengembalian produksi AS yang lambat akibat badai Texas yang membuat produksi kilang berhenti.

Produsen minyak di AS menghentikan produksi antara 2 juta hingga 4 juta barel per hari. Hal tersebut dilakukan karena cuaca buruk di Texas dan negara bagian penghasil minyak lainnya.

Kondisi dengan dingin yang tidak biasa ini telah merusak instalasi dan membuat kilang bertenti produksi lebih lama dari perkiraan.

Mengutip CNBC, Selasa (23/2/2021), harga minyak mentah Brent naik USD 2,04 atau 3,2 persen menjadi USD 64,95 per barel. Sementara harga minyak AS naik USD 2,25 atau 3,8 persen menjadi USD 61,49 per barel.

Kontrak minyak mentah patokan AS untuk pengiriman Maret berakhir pada hari Senin, dan kontrak April yang lebih banyak diperdagangkan naik USD 1,91 atau 3,2 persen menjadi USD 61,19 per barel.

Produsen minyak di AS membutuhkan setidaknya dua minggu untuk sepenuhnya memulai kembali produksi normal, kata sumber, karena penilaian kerusakan dan gangguan listrik memperlambat pemulihan mereka.

"Kehilangan signifikan dari produksi minyak mentah menunjukkan lebih banyak kenaikan dan kemungkinan untuk mencapai harga tertinggi baru bisa dilalui dalam satu minggu ini," kata konsultan Ritterbusch and Associates Jim Ritterbusch.

Tetapi dengan kapasitas penyulingan yang terbatas, dan ekspektasi bahwa penyulingan juga terganggu maka pemulihan bisa memakan waktu berminggu-minggu.

"Tapi mungkin harga minyak bisa tersandung karena kurangnya permintaan," kata Direktur Energi Mizuho, New York, Bob Yawger.