Pengungsi Rohingya di Lhoksemawe Diminta Dipindahkan ke Medan

Pengungsi Rohingya di Lhoksemawe Diminta Dipindahkan ke Medan
Pengungsi etnis Rohingya berjalan menuju bus saat akan diberangkatkan dari tempat penampungan Balai Latihan Kerja (BLK) Desa Meunasah Mee Kandang, Muara Dua, Lhokseumawe, Aceh, Kamis (25/2/2021) malam. ANTARA FOTO/Rahmad/wsj. (ANTARA FOTO/RAHMAD)

Lhokseumawe, Aceh Bisnis - Pemerintah Kota (Pemkot) Lhokseumawe meminta Internasional Organizational for Migration (IOM) segera memindahkan seluruh pengungsi Rohingya ke Medan Sumatera Utara.

"Sekarang ini, pengungsi Rohingya yang tersisa di penampungan di Lhokseumawe tinggal 54 orang lagi," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Pengungsi Rohingya Marzuki di Lhokseumawe, Jumat.

Menurut Marzuki, pemindahan pengungsi Rohingya yang tersisa tersebut agar lebih terjamin pemenuhan hak dan perlindungan mereka yang selama ini ditangani IOM di Medan, Sumatera Utara.

Marzuki mengatakan sebelumnya 36 pengungsi Rohingya dipindahkan ke Medan. Pemindahan pengungsi tersebut tersebut direkomendasi oleh Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) RI.

Dalam rekomendasinya, kata Marzuki, Kemenkumham RI meminta IOM Indonesia agar segera memindahkan seluruh pengungsi dari luar negeri di Lhokseumawe ke di Medan.

Marzuki mengatakan pertimbangan lainnya Pemkot Lhokseumawe meminta agar seluruh pengungsi Rohingya dipindahkan ke Medan untuk memudahkan pengurus imigran asal Myanmar tersebut.

"Dengan dipindahkannya pengungsi Rohingya ke Medan akan memudahkan akses bagi IOM dan UNHCR dalam mengurus pengungsi. Dan ini juga mengantisipasi kaburnya mereka dari tempat penampungan," kata Marzuki.

Di Medan, kata Marzuki, para pengungsi diberikan dana jatah hidup. Di tempat tersebut mereka berbelanja dan masak sendiri dengan fasilitas yang memadai.

"Kami minta IOM dan UNHCR  bisa segera memindahkan pengungsi Rohingya yang masih tersisa di Lhokseumawe agar penanganan mereka lebih baik. Saat ini di Medan ada 1.780 pengungsi Rohingya," kata Marzuki.

Sumber:Antaraaceh