Pemuda Nagan Raya Ini Ditangkap Polisi Usai Cabuli Pacarnya

Pemuda Nagan Raya Ini Ditangkap Polisi Usai Cabuli Pacarnya
Foto Ist

Sukamakmue, Acehbisnis.com - Sat Reskrim Polres Nagan Raya menangkap seorang pemuda atas kasus pencabulan anak di bawah umur yang terjadi di wilayah Nagan Raya. 

Pelaku ditangkap Rabu (24/6/2020) kemarin di Kecamatan Seunagan Timur usai polisi menerima laporan dari pihak keluarga korban.

Kapolres Nagan Raya, AKBP Risno melalui Kasat Reskrim, AKP Fadhilah Aditya Pratama mengatakan, tersangka yang ditangkap berinisial AM (22), Pelajar (Mahasiswa) yang merupakan warga setempat.

"Sementara korban berinisial DRS (17), pelaku yang tak lain adalah teman spesial korban ditangkap atas laporan pihak keluarga korban," ujarnya Sabtu (27/6/2020).

Diketahui, pencabulan terhadap korban berawal pada Mei 2018 lalu. Dimana, saat itu pelaku mengajak korban jalan-jalan menggunakan motornya dan berhenti di kawasan Sukamakmue.

Disana, pelaku merayu serta memaksa korban untuk bersetubuh layaknya suami-istri. Pelaku pun berjanji kepada korban akan bertanggung jawab nantinya dengan menikahi korban.

"Hal tak senonoh itu terjadi, kemudian Juli 2019 pelaku kembali memaksa korban untuk melakukan hal yang sama di lokasi yang sama, ini berulang hingga Maret 2020 kemarin namun untuk yang terakhir kalinya ini ajakan pelaku ditolak korban," ungkap Kasat.

Pelaku yang menerima tolakan dari korban, sambung Kasat, akhirnya mengancam akan menyebarkan foto syur keduanya, hingga pelaku pun berhasil menguasai keadaan dengan kembali melakukan perbuatan bejat itu.

"Pihak keluarga korban yang akhirnya mengetahui hal ini melapor ke Polres Nagan Raya hingga kita tindaklanjuti dan tangkap pelaku. Saat ini yang bersangkutan masih diproses lanjut," tambah Kasat.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya seperti hasil visum dari rumah sakit yang menunjukkan bahwa korban telah ternodai akibat ulah pelaku.

Selain itu, polisi juga sedang mendalami kasus ITE yang dilakukan pelaku berupa ancaman penyebaran foto syur korban melalui media sosial.

"Yang bersangkutan dijerat dengan pasal Perlindungan Anak atas apa yang dilakukan, kemudian ia juga terjerat UU ITE namun masih kita dalami lebih lanjut," tutupnya.

WTP Pemkab Pidie