Pemerintah Aceh Dinilai Tak Peduli Terhadap Mahasiswa di Malaysia

Pemerintah Aceh Dinilai Tak Peduli Terhadap Mahasiswa di Malaysia
Foto: Int

Meulaboh - Pemerintah Aceh dinilai kurang peduli terhadap mahasiswa asal Aceh yang sedang menempuh studi S2 di Malaysia. Hal itu diungkapkan Muhammad Ridwan salah satu mahasiswa S2 asal Aceh di Malaysia.

"Selama ini Pemerintah Aceh tidak ada kepedulian sedikit pun terhadap mahasiswa aceh yang berkuliah diluar Aceh, sehingga banyak mahasiswa aceh terlunta lunta diluar sana,"ungkap M Ridwan dalam rilis yang di terima AcehBisnis, Jumat (20/10/17).

Ia menyatakan, bahwa dirinya bersama mahasiswa aceh lainnya kuliah di Malaysia hanya demi memajukan Provinsi Aceh, karena kami dilahirkan serta dibesarkan di Aceh.

Menurut dia, semestinya Pemerintah Aceh tidak tinggal diam untuk membantu putra-putra Aceh yang sedang melanjutkan S2 di luar Negeri, melaui beasiswa dan bantuan dalam bentuk lainya.

"Hari ini kami adalah para pejuang pendidikan yang sedang menempuh pendidikan di University Sultan Zaenal Abidin, Malaysia, disini berjumlah 33 orang Mahasiswa. Kami melanjutkan study dalam jenjang S2 dan S3,"katanya.

M Ridwan juga menjelaskan, ada 33 mahasiwa aceh di Malaysia berawal dari pemberian dana bantuan atau dana hibah sebesar Rp15 juta per mahasiswa setelah pemotongan SPP 50% setiap semester dari pihak Unisza, setiap mahasiswa hanya menerima Rp10 juta.

Namun, katanya, hingga memasuki semester 3 belum adanya beasiswa lanjutan dari Pemerintah Aceh, sementara biaya hidup dan biaya pendidikan menjadi problem serius yang selalu mengancam, sehinga terpaksa kerja serabutan untuk meutup biaya hidup.

"Kami menginginkan tidak mati sebelum memperoleh cita-cita, semoga pemerintah Aceh dibawah kendalai Irwandi Yusuf peduli terhadap para mahasiswa di luar negeri,"pungkas M Ridwan.

HIMBAUAN FORKAMPIDA ACEH
IKLAN CORONA pemrpov aceh