Pelayanan PDAM dan Pakir di Banda Aceh Masih Lemah

Pelayanan PDAM dan Pakir di Banda Aceh Masih Lemah
Foto: ÔÇÄDiskusi yang dilaksanakan oleh Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Aceh, di Hotel The Pade, Aceh Besar, Sabtu (14/10/2017).(AcehBisnis)

Banda Aceh - Perusahaan Daerah Air Minum (ÔÇÄPDAM) dan parkir menjadi sorotan yang paling banyak disuarakan oleh LSM terkait pelayanan publik Kota Banda Aceh. Hal ini mendominasi diskusi yang dilaksanakan oleh Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Aceh, di Hotel The Pade, Aceh Besar, Sabtu (14/10/2017).

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Taqwaddin Husein mengatakan, serial diskusi kali ini dibatasi temanya yang mana hanya terkait pelayanan publik di kota Banda Aceh.

"Pesertanya pun terbatas hanya aktivis LSM yang aktif berkiprah terkait berbagai aktivitas," ujarnya dalam acara bertema 'Suara LSM tentang Pelayanan Publik Kota Banda Aceh'.

Ia menjelaskan, ÔÇÄsebenarnya banyak isu yang mengemuka dalam diskusi tersebut. Namun, hanya beberapa isu penting yang diangkat seperti terkait dengan masih lemahnya pelayanan air bersih oleh PDAM, pelayanan parkir, pelayanan persampahan dan lain-lain.

"Terhadap permasalahan yang disampaikan oleh para peserta, semuanya direspon positif. Bahkan pihaknya berjanji untuk segera membenahinya. Peserta diskusi yang ikut dalam kegiatan tersebut yakni LSM MaTA, Gerak, YAPKA, Rumah Trans, Katahati Institut, LBH, MiSPI, P3kA, PRB, Aceh Center, PKBI dan lainnya," jelasnya.

Ia menceritakan, hampir semua peserta diberi kesempatan berbicara karena kegiatan tersebut merupakan forumnya suara LSM. Sementara Ketua DPRK dan Sekda Pemko Banda Aceh menjadi pendengar utama dan memberi respon atas permasalahan yg disampaikan oleh Aktivis LSM.

"Acaranya dipandu oleh Asisten Ombudsman Aceh, Ilyas, yang berlangsung santai dan serius, yang diakhiri dengan makan siang bersama," kata Ketua Bidang Pencegahan Satgas Saber Pungli Aceh ini.

HIMBAUAN FORKAMPIDA ACEH
IKLAN CORONA pemrpov aceh