Pelaksanaan PSR Tidak Jelas, Warga Jambu Rambung Temui Ketua DPRK

Pelaksanaan PSR Tidak Jelas, Warga Jambu Rambung Temui Ketua DPRK
Warga Jambu Rambung Temui Ketua DPRK.(Ist)

Aceh Tamiang, Acehbisnis.com – Perwakilan warga Jambu Rambung, Kecamatan Bandar Pusaka temui Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Suprianto, Selasa (17/3/2020) di ruang kerjanya. Pertemuan tersebut terkait sejumlah lahan petani yang menerima Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) masih banyak ketidakjelasan dalam pelaksanaaanya.

Datok Jambu Rambung, Sutrisno dan Nekam, yang turut didampingi Direktur Ekseskutif LSM Lembahtari, Sayed Zainal, kepada Ketua DPRK menyampaikan masih banyaknya ketidakjelasan terkait pengerjaan PSR.

Dari jumlah lahan seluas 121 hektar lebih di Kampung Jambo Rambung masih ada lahan yang juga belum ditanami sawit. Perawatan yang tidak maksimal, sehingga menyebabkan lahan semakin semak serta masih kurangnya tanaman kacangan sebagai penangkal agar tidak tumbuhnya gulma di lokasi lahan yang telah dilakukan penumbangan pokok sawit yang tidak lagi produktif.

Ketua DPRK Aceh Tamiang, Suprianto, menyatakan, dari keterangan warga Jambo Rambung, kondisi lahannya semakin tidak terawat. Bahkan tanaman kacangan masih berkisar 30 persen dari luas lahan 121 hektar. “ untuk persoalan PSR ini, DPRK terus menerima laporan warga. dan hingga saat ini komisi II masih melakukan peninjauan lapangan,”ungkapnya.

Suprianto menjelaskan, Komisi II yang membidangi Perkebunan juga sedang mengumpulkan data-data baik dari masyarakat maupun dinas terkait serta Koperasi sebagai pelaksana pekerjaan.

Menurut Suprianto, beberapa hari kedepan, DPRK telah merencanakan peninjauan lapangan dan meminta penjelasan dari pihak Koperasi sebagai pelaksana.  “ termasuk meminta penjelaasan dan data terkait PSR kepada Dinas terkait,”ujar Suprianto sembari mengatakan dari hasil tersebut nantinya akan dibahas di Komisi II.

“ Dari hasil rapat dan pembahasan komisi II nantinya baru dapat kesimpulannya seperti apa,”tutur Ketua DPRK, Suprianto.

Namun, dalam permasalahan ini, tegas Suprianto, DPRK lebih mendorong pemerintah terhadap janji untuk memberikan program, tumpang sari kepada warga petani sawit. “ Program tumpang sari ini jangan sampai tidak terealisasi hingga PSR selesai, sehingga berdampak terhadap ekonomi petani sawit,”ujarnya.

Saat ditanya capaian realisasi fisik dan keuangan pelaksanaan PSR, Ketua DPRK, Suprianto mengaku belum dapat memberikan penjelasan. “ Yang pasti laporan tersebut akan ada dan kita sampaikan setelah hasil rapat Komisi II sudah mendapat kesimpulan,”pungkasnya.()

HIMBAUAN FORKAMPIDA ACEH
IKLAN CORONA pemrpov aceh