PAUD HI Investasi Masa Depan Bangsa

PAUD HI Investasi Masa Depan Bangsa

Banda Aceh, Aceh Bisnis – Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengatakan, peningkatan mutu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berbasis Holistik Integratif (HI) merupakan investasi masa depan bagi sebuah bangsa. Karena penguatan PAUD menjadi sebuah upaya dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Indonesia khususnya di Provinsi itu.

Hal tersebut disampaikannya saat melaunching PAUD berbasis Holistik Integratif (HI) disertai dengan penandatanganan MoU bersama 17 mitra terkait, yang digelar secara virtual dari Restoran Meuligoe Gubernur, Jumat (28/5/2021).

Dengan diluncurkannya program tersebut, kata dia, maka Aceh menjadi provinsi pertama dan satu-satunya di Indonesia pada tahun 2021 ini, yang secara resmi menghadirkan layanan PAUD terpadu dan menyeluruh atau Holistik Integratif. Sebagai upaya untuk mengefektifkan pengembangan potensi anak. 

“Saya sependapat dengan Bunda PAUD Aceh, bahwa perhatian bagi pendidikan anak usia dini harus kita tingkatkan dan perlu didukung bersama, demi kemajuan pendidikan di Aceh sehingga mampu mewujudkan generasi muda Aceh yang carong, meuadab dan teuga (pintar, santun dan kuat),” kata Nova.

Dikatakannya, pengembangan sistem pendidikan usia dini yang berkualitas di Indonesia khususnya Aceh sangat perlu dilakukan, agar terciptanya generasi unggul yang siap menjadi penerus pembangunan bangsa. "Oleh sebab itu, Pemerintah Aceh sangat mendukung dan mengapresiasi terobosan dan inovasi yang dilakukan Bunda PAUD Aceh".

Dalam upaya pengembangan mutu PAUD, tambah dia, ada beberapa cacatan penting yang harus diperhatikan yaitu Bonus Demografi yang akan dihadapi Indonesia dalam kurun waktu 25 tahun mendatang. Pada masa itu jumlah penduduk usia produktif antara 18 – 50 tahun, akan melonjak tajam sebanyak mencapai 70 persen yang diperkirakan akan terjadi di tahun 2045 mendatang.

“Ini bisa membawa dampak positif dan negatif. Positifnya, beban penduduk usia produktif menanggung penduduk usia non-produktif akan lebih rendah. Tapi beban itu akan ringan kalau penduduk usia produktif mampu memanfaatkan potensi yang ada pada dirinya. Jika tidak, bencana sosial akan terjadi karena pengangguran. semakin meningkat. Belum lagi munculnya berbagai persoalan psiko-sosial,” ujar Nova.

Dewasa ini, kata Nova, anak-anak cenderung akrab dengan dunia digital yang membuat mereka tumbuh menjadi generasi individualis dan anti-sosial. Kondisi dilematis tersebut juga menjadi perhatian dari PBB sehingga dalam Sustainable Development Goals (SDgs) atau program pembangunan berkelanjutan, lembaga perserikatan itu mendorong semua negara agar memberi perhatian dalam peningkatan kualitas pendidikan di semua tingkatan termasuk PAUD.

Sementara itu, Direktur PAUD Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemedikbud Ristek), Muhammad Hasbi, menyambut baik upaya Pemerintah dan Bunda PAUD Aceh dalam menghidupkan dan mengembangkan kembali PAUD HI, dengan ini menunjukkan kerja optimal Aceh untuk menghadirkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas sehat, cerdas, dan ceria serta berakhlak mulia. 

“Kepada Bunda PAUD Aceh dan Kabupaten Kota kami menyampaikan apresiasi setingginya dan selamat atas launching ini, hal ini menandai upaya pengembangan upaya pendidikan anak usia dini ke arah lebih baik,”pungkasnya.()