Partai Demokrat Pecat 7 Kader Terlibat Isu Kudeta AHY!

Partai Demokrat Pecat 7 Kader Terlibat Isu Kudeta AHY!
Ketum Partai Demokrat AHY (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)

Jakarta, Aceh Bisnis - Partai Demokrat (PD) akan memecat tujuh kadernya yang terlibat kudeta Ketua Umum (Ketum) Agus Harimurti Yudhoyono. Partai Demokrat mengambil langkah ini untuk menjawab harapan kader mereka.

"Demi harapan ratusan ribu kader dan jutaan simpatisan dan pemilih, kami mendukung sepenuhnya langkah pemecatan terhadap tujuh kader yang dilakukan oleh Dewan Kehormatan Partai," kata Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief kepada wartawan, Jumat (26/2/2021).

Pemecatan tujuh kader Partai Demokrat yang terlibat kudeta Ketum AHY ini adalah gelombang pertama. Pengumuman pemecatan tujuh kader itu dilakukan siang ini oleh DPP Partai Demokrat.

"Gelombang pertama tujuh orang," ujar Andi Arief.

"Siang ini diumumkan," tambahnya.

Sejumlah kader Partai Demokrat, termasuk Jhoni Allen Marbun, sebelumnya diduga terlibat dalam isu kudeta partai, masih diproses internal. Partai Demokrat menerima masukan agar kader yang terlibat diberi sanksi pemecatan.

"Masih dalam proses di internal kami. Memang kader-kader militan dari seluruh Indonesia, para pemilik suara yang sah, sudah mendesak terus juga agar para pelaku GPK PD yang masih tercatat sebagai kader Partai Demokrat, untuk dipecat segera. Mereka tidak rela kalau para pengkhianat di partai ini masih satu atap dengan mereka," kata Kepala Bakomstra PD Herzaky Mahendra Putra kepada wartawan, Rabu (24/2).

Sementara itu, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Bambang Susilo, dicopot dari jabatannya terkait isu kudeta Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono atau gerakan pengambilalihan kepemimpinan (GPK) PD.

Saat dimintai konfirmasi, Bambang mengatakan pencopotan jabatan Ketua DPC Demokrat itu dilakukan lantaran dirinya mendukung kongres luar biasa (KLB) pemilihan Ketua Umum PD.

"Betul, saya mendukung adanya usulan KLB pemilihan ketua umum beberapa waktu lalu. KLB itu tidak hanya memilih ketua saja, namun termasuk perubahan AD/ART," kata Bambang saat dihubungi detikcom, Rabu (24/2).

Sumber:detik.com