Pandemi COVID-19, Warga Lamongan Manfaatkan Daun Kelor Jadi 9 Olahan Makanan

Pandemi COVID-19, Warga Lamongan Manfaatkan Daun Kelor Jadi 9 Olahan Makanan
Daun kelor diolah jadi makanan (Foto: Eko Sudjarwo/detikcom)

Lamongan, Aceh Bisnis - Di tengah pandemi COVID-19, sejumlah ibu-ibu di salah satu desa Lamongan berinovasi memanfaatkan daun kelor. Selain bisa menambah dapur tetap mengepul, olahan dari tanaman yang memiliki nama latin Moringa Oleifera menambah nilai tambah tanaman itu sendiri.

Ya, ibu-ibu dari Desa Konang, Kecamatan Glagah, ini mengolah daun kelor menjadi beragam makanan ringan nan kaya gizi. Tak tanggung-tanggung, ibu-ibuini mengembangkan 9 ragam makanan berbahan dasar daunn kelor. "Kelor ini adalah tanaman yang berkhasiat untuk meningkatkan imunitas tubuh karena mengandung Kalsium tinggi dan Vitamin C," kata Sri Wahyuni, instruktur pelatihan produk olahan daun kelor, Kamis (15/10/2020).

Inovasi dengan membuat olahan daun kelor menjadi 9 macam olahan ini, menurut Yuni, berawal dari melimpahnya pohon kelor di desa mereka. Namun hanya dimanfaatkan warga untuk sayuran. Warga mulai melirik daun kelor saat pandemi COVID-19 dan mulai mengolahnya menjadi olahan makanan ringan.

"Biasanya warga hanya mengolah tanaman kelor menjadi sayuran. Seiring banyaknya manfaat yang dikandung, warga pun bersama-sama memanfaatkan kelor untuk diolah agar memiliki nilai tambah," ujar Yuni.

Bahkan olahan berbahan dasar daun kelor tercipta 9 macam olahan. Ke-9 olahan kelor warga tersebut mulai dari kue hingga permen. "Ada 9 macam olahan yang bisa dikreasikan dari tanaman kelor ini mulai dari pie kelor, mie kelor kering, mie kelor basah, lumpur kelor, krupuk kelor, biskuit kelor, puding kelor, ekstrak celup kelor, permen kelor dan stik kelor," ujar Yuni.

Menurut Yuni, proses pembuatan olahan kelor dimulai dengan memetik daun kelor untuk selanjutnya dipisahkan dari batangnya dan dicuci bersih lalu dikeringkan. Setelah kering, barulah bisa diolah untuk dijadikan olahan makanan.

"Seperti halnya dalam proses pembuatan kue kering lainnya, daun kelor yang sudah digiling hingga halus menjadi tepung dicampur dengan bahan lainnya, seperti tepung terigu, mentega, telur," terang Yuni.

Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lamongan Muhammad Zamroni menambahkan, ke 9 produk olahan berbahan dasar daun kelor ini salah satu produk inovasi desa dari Desa Konang. Produk olahan inipun sudah dipasarkan ke berbagai tempat.

Olah Kelor Jadi 9 Olahan Makanan/ Foto: Eko Sudjarwo

"Kami mengapresiasi apa yang menjadi produk inovasi desa seperti olahan berbahan tanaman kelor ini dengan membantu memberikan pelatihan agar produk bisa bersaing dengan produk lainnya," kata Zamroni.

Selain memberikan pelatihan terhadap olahan produk, imbuh Zamroni, pihaknya juga memberikan pelatihan pengemasan terhadap produk yang dihasilkan oleh ibu-ibu Desa Konang ini. "Kita juga memfasilitasi dengan ikut memasarkan produk ini ke daerah-daerah lain dan mengikutkan dalam sejumlah pameran," pungkasnya.

Sumber:detik.com