Pabrik Tutup Sementara, Produksi Ribuan Mobil Honda Terdampak

Pabrik Tutup Sementara, Produksi Ribuan Mobil Honda Terdampak
Pengunjung menyaksikan produk terbaru New Honda Civic Hatcback RS di Jakarta, Kamis (6/2/2020). PT Honda Prospect Motor (HPM) memperkenalkan model terbaru dari Honda Civic Hatcback yang mengusung emblem RS dengan berbagai perubahan di bagian eksterior dan interior. Mobil tersebut dibanderol dengan harga Rp499.000.000 dan tersedia dalam lima varian warna. - Bisnis/Himawan L Nugraha

Jakarta, Acehbisnis.com — Penyetopan sementara pabrikan mobil PT Honda Prospect Motor akan berimbas terhadap sekitar 7.000 unit kendaraan yang diproduksi untuk pasar domestik.

PT Honda Prospect Motor (HPM) menyatakan akan menyesuaikan produksi lantaran pasar otomotif nasional mulai terdampak oleh pembatasan aktivitas publik yang dipicu penyebaran COVID-19. Penangguhan dimulai pada 13 April 2020 dan berlangsung selama 2 pekan.

Business Innovation and Marketing & Sales Director HPM Yusak Billy mengatakan penghentian produksi selama 14 hari akan berdampak terhadap sekitar 7.000 unit kendaraan. Namun, produksi mobil untuk pasar ekspor dipastikan tidak terganggu.

"Dalam kondisi pasar yang sedang turun saat ini, sangat penting untuk tetap menjaga level stok dan pasokan untuk konsumen agar tetap seimbang dengan permintaan pasar," terangnya dalam keterangan resmi, Jumat (3/4/2020).

Billy memastikan penyesuaian produksi tidak berdampak pada pengurangan karyawan di pabrik HPM. Karyawan akan tetap menerima gaji pokok secara penuh dan tunjangan sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain penghentian produksi, pandemi virus corona juga memukul kinerja penjualan HPM pada Maret 2020, yang turun 10,58 persen dibandingkan Februari 2020.

Saat ini, produksi HPM dilakukan di pabrik yang terletak di Karawang, Jawa Barat, dengan kapasitas mencapai 200.000 unit per tahun. Di pabrik inilah model Honda Brio, Mobilio, BR-V, HR-V, CR-V, dan Honda Jazz dibuat.

Selain Honda, PT Suzuki Indomobil Sales juga menghentikan sementara kegiatan di ketiga pabriknya yang terletak di Cakung, Tambun, dan Cikarang. Penghentian itu akan berlangsung selama 14 hari, dimulai pada 13 April 2020.

President Director PT Suzuki Indomobil Motor/PT Suzuki Indomobil Sales Seiji Itayama menyampaikan kesehatan seluruh elemem perusahaan adalah prioritas saat ini.

"Untuk alasan tersebut, Suzuki akan menghentikan sementara kegiatan produksi di pabrik sebagai salah satu upaya melindungi karyawan," ujarnya, Kamis (2/4).

Sumber:Bisnis.com