Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, Selasa 13 Oktober 2020

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, Selasa 13 Oktober 2020
Karyawati menunjukan uang Rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Minggu (7/6/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Jakarta, Aceh Bisnis - Nilai tukar rupiah berpotensi menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa (13/10/2020) seiring dengan sentimen rilis kebijakan Bank Indonesia.

Berdasarkan data Bloomberg, level penutupan rupiah pada Senin (12/10/2020) sama dengan penutupan perdagangan terakhir pada Jumat (9/10/2020). Sepanjang perdagangan kemarin, nilai tukar rupiah bergerak pada kisaran Rp14.685 hingga Rp14.715.

Sementara itu, nilai tukar rupiah menyentuh level Rp14.746, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor).

Berdasarkan data yang diterbitkan Bank Indonesia, kurs Jisdor hari ini mencapai Rp14.746, melemah 9 poin atau 0,06 persen dibandingkan dengan posisi Jumat pekan lalu di level Rp14.737.

Rupiah mampu bertahan dari koreksi di saat mayoritas mata uang Asia tumbang. Untuk diketahui, indeks dolar AS menguat 0,05 persen ke posisi 93,1050 saat perdagangan di pasar Asia ditutup.

Pelemahan mata uang Asia dipimpin oleh baht Thailand yang melemah 0,18 persen. Pelemahan juga dialami rupe India, ringgit Malaysia, peso Filipina, dan dolar Singapura. Hanya yen Jepang dan won Korea yang mampu menguat terhadap dolar AS.

Kalangan analis menilai rupiah menghadapi tarik-menarik sentimen yang sama kuat. Analis valas Credit Agricole CIB Hong Kong, David Forrester mengatakan pengesahan omnibus law UU Cipta Kerja menjadi kabar bak bagi rupiah karena menjadi reformasi struktural jangka panjang.

"Ini akan meningkatkan prospek ekonomi Indonesia. Pada akhir tahun, nilai rupiah diperkirakan berada di kisaran Rp14.500 per dolar AS,” jelasnya seperti dikutip Bloomberg.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim menyampaikan rupiah akan mengalami fluktuasi, meskipun kesempatan untuk menguat cukup terbuka. Hari ini, rupiah berpotensi bergerak di rentang Rp14.660 - Rp14.710.

Dari sisi internal, pasar memantau dampak PSBB Transisi DKI Jakarta pada 12 - 25 Oktober 2020 dan progres program vaksinasi Covid-19 mulai November 2020.

Dari sentimen global, stimulus AS kembali gagal disahkan karena Presiden AS Donald Trump mengusulkan paket US$1,8 triliun, sedangkan Ketua DPR Nancy Pelosi menginginkan US$2,2 triliun.

"Rupiah masih berpeluang menguat hari ini," imbuhnya.

Sementara itu, Bank Indonesia akan mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur pada Selasa (13/20/2020).

Berdasarkan konsensus Bloomberg, sebagian besar ekonom memperkirakan Bank Indonesia akan mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate atau BI7DRR Rate di level 4 persen.

Sumber:Bisnis.com