Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, 6 Februari 2020

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, 6 Februari 2020
Petugas menunjukkan uang kertas rupiah di Bank BUMN, Jakarta, Selasa (17/4). Rupiah siang ini melemah dibandingkan tadi pukul 09.00 WIB di level Rp 13.771 per dolar AS. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Jakarta - Nilai tukar rupiah berhasil kembali menghimpun tenaganya dan berakhir menguat 25 poin atau 0,18 persen di level Rp13.690 per dolar AS pada perdagangan Rabu (5/2/2020). Bagaimana lajunya pada hari ini?

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim menyampaikan dari sisi sentimen internal, realisasi pertumbuhan ekonomi 2019 yang hanya 5,02 persen, cukup jauh di bawah pencapaian tahun sebelumnya, yang tercatat sebesar 5,17 persen. Pada kuartal IV/2019, pertumbuhan ekonomi Indonesia naik 4,97 persen dibandingkan kuartal IV/2018.

Namun, pada saat ekonomi global bergejolak akibat perang dagang dan Brexit serta ketegangan di Timur Tengah yang meningkat, mempertahankan PDB di level 5,02 persen menjadi upaya yang cukup bagus dibandingkan negara Asia lainnya.

"Hal ini membuktian strategi bauran kebijakan yang diterapkan pemerintah dan Bank Indonesia yang terus agresif dalam menurunkan suku bunganya membuat perekonomian kian stabil," paparnya.

Pada perdagangan Kamis (6/2/2020), Ibrahim mengatakan rupiah kemungkinan menguat di kisaran level Rp13.675 - Rp13.750 per dolar AS.

Sementara itu, dari sisi eksternal wabah Corona tetap menjadi fokus karena jumlah korban tewas di daratan China meningkat menjadi 490 orang dengan korban terjangkit 24.324 orang.

"Ada pepatah mengatakan ÔÇÿketika Cina bersin, dunia terkena flu. Walaupun jumlah kematian meningkat, WHO menyatakan keyakinannya bahwa penyebaran virus dapat diatasi karena 99 persen kasus ada di China," tutur Ibrahim.

Beijing telah menyuntikkan sekitar 1,7 triliun yuan (US$ 243 miliar) ke dalam sistem keuangan sebagai upaya untuk mendukung ekonominya.

Selain itu, lebih banyak maskapai penerbangan dan negara-negara mengeluarkan larangan perjalanan ke China minggu ini, sementara pabrik-pabrik tidak beroperasi dan toko-toko tetap tutup.

Pekan lalu, seorang ekonom pemerintah Cina mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal pertama negara itu dapat turun menjadi 5 persen atau bahkan lebih rendah karena wabah virus.

Dari Inggris, Boris Jhonson meyakinkan pasar bahwa keluarnya Inggris dari Uni Eropa dengan persyaratan per 31 Januari 2020 merupakan bukti nyata bahwa masyarakat Inggris ingin independen. Hal tersebut harus didukung oleh Uni Eropa maupun dunia internasional.