Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, 22 Juli 2020

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, 22 Juli 2020
Karyawan menunjukan uang dolar Amerika Serikat (AS) di Kantor Cabang Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (23/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Jakarta, Aceh Bisnis - Mata uang rupiah diperkirakan melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Rabu (22/7/2020).

Pada Selasa (21/7/2020), pergerakan nilai tukar rupiah berakhir menguat 44 poin atau 0,30 persen ke level Rp14.741 per dolar AS, saat indeks dolar AS turun 0,03 persen atau 0,028 poin ke posisi 95,804.

Kemarin, data yang diterbitkan Bank Indonesia menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp14.813 per dolar AS, menguat 19 poin atau 0,12 persen dari posisi Rp14.832 pada Senin (20/7/2020).

"Dalam perdagangan hari ini kemungkinan rupiah akan ditutup menguat tipis di level Rp14.700 - Rp14.800," papar Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi.

Menurutnya, pasar merespons positif, setelah negara-negara Eropa menyetujui paket penyelamatan ekonomi dari pandemi Covid-19. Kesepakatan Uni Eropa, yang dicapai pada pagi hari kelima, memberikan dana pemulihan 750 miliar euro (677,91 miliar pound) yang menurut Presiden Prancis Emmanuel Macron dapat memenuhi tantangan krisis akibat virus.

Selain itu, ada kabar positif dari Pfizer dan BioNTech yang melaporkan data awal positif seputar vaksin anti-corona yang mereka kembangkan. Kandidat vaksin lainnya berasal dari Universitas Oxford dan AstraZeneca yang juga menunjukkan respons imunitas yang positif dalam uji coba awal.

Virus berbahaya pemicu Covid-19 ini telah menjangkiti lebih dari 14,7 juta orang di seluruh dunia dan membunuh 609.000 di antaranya, sehingga menambah optimisme pasar bahwa pandemi virus corona akan bisa dtemukan.

Di sisi lain, Kongres AS bersiap untuk menghadapi usulan RUU stimulus yang diusulkan pemerintah. Presiden AS Donald  Trump menandatangani upaya untuk mencari tambahan US$1 triliun dalam bantuan ekonomi akibat virus.

Dari dalam negeri, pemerintah Indonesia optimistis pertumbuhan ekonomi akan membaik setelah data manufaktur Indonesia di Juni lebih baik dibandingkan ekspektasi para analis.

Hal ini cukup menggembirakan untuk pasar dan mengindikasikan pemulihan ekonomi. Selain itu, Indonesia sudah bekerja sama dengan China untuk mengembangkan obat penawar virus corona.

Secara bersamaan Bank Indonesia sedikit lebih tenang setelah data ekonomi global condong positif. Hal ini bisa menstabilkan mata uang garuda di akhir bulan ini walaupun berpeluang menyentuh angaka psikologis di Rp15.000 per dolar AS.

Sumber:Bisnis.com