Nelayan Abdya Tidak Miliki Asuransi

Nelayan Abdya Tidak Miliki Asuransi
Aktivitas Para Nelayan di PPI Ujong Serangga Kecamatan Susoh Kabupaten Abdya. (Foto: AcehBisnis/Yusnizar)

Blangpidie - Ribuan nelayan di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Provinsi Aceh dilaporkan tidak memiliki asuransi. Sementara tahun lalu mereka mendapat asuransi dimaksud dari pemerintah. Nelayan berharap supaya asuransi itu bisa diberikan kembali.

"Benar sekali tahun ini nelayan kita tidak mendapatkan asuransi dari pemerintah,"kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Asnir Agus Jumat (31/1/2020).

Menurutnya, Tahun 2018 dan 2019 lalu, sebanyak 497 nelayan di Abdya mendapat asuransi dari pemerintah. Tapi sayang tahun ini, semua nelayan Abdya atau sekitar 3.962 nelayan tidak memiliki asuransi, "ini sangat disayangkan,"kata Asnir Agus.

Ia menambahkan, sebenarnya untuk Abdya ada kuota asuransi sebanyak 100 orang. Tapi tidak diketahui sebabnya malah kuota itu justru beralih ke daerah lain yakni Kabupaten Aceh Barat.

Asnir Agus SPi didampingi Kabid Perikanan Tangkap, Susan Kurniawan SPi juga menjelaskan, salah satu kendala nelayan Abdya tidak mendapatkan asuransi, karena sudah beralihnya kewenangan pendataan dari DKP Abdya, kini diambil alih oleh Penyuluh Perikanan Bantu (PPB).

Untuk itu, Asnir berharap pengelolaan data nelayan harus dipegang langsung oleh Dinas Kelautan Kabupaten/Kota.

"Bagi nelayan yang memegang kartu asuransi tersebut, jika nelayan tersebut meninggal atau kecelakaan di laut, maka para ahli waris mendapatkan santunan sebesar Rp200 juta,"tambahnya.

Sementara kata Asnir, jika meninggal di darat dan meninggal dunia biasa, akan mendapat uang Rp160 juta. Jika kecelakaan dan tidak bisa bekerja atau cacat tetap, maka mereka akan mendapat Rp 100 juta, sementara nelayan yang sakit akan diberikan santunan sebesar Rp20 juta.()