Meski Penjualan Turun, Pertamina Tetap Berbagi Takjil dan Santunan di Aceh

Meski Penjualan Turun, Pertamina Tetap Berbagi Takjil dan Santunan di Aceh
Foto: Istimewa

Banda Aceh, Acehbisnis.com – Meskipun penjualan bahan bakar minyak (BBM) di Provinsi Aceh masih menurun di minggu ketiga bulan Ramadhan 1441 Hijriyah, Pertamina tetap berkomitmen tetap beroperasi penuh, dan meningkatkan layanan kepada masyarakat.

Setelah meluncurkan berbagai program cashback, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I kembali menggelar program berbagi takjil gratis di SPBU selama Ramadhan 2020.

"Kami menyiapkan sekitar 228 juta rupiah untuk pembagian takjil, yang di sebar kepada konsumen di 88 SPBU Provinsi Aceh,"jelas M. Roby Hervindo, Unit Manager Comm, Rel & CSR MOR I Sumbagut, Kamis (14/05/2020).

Takjil bagi pelanggan SPBU itu, kata dia, dibagikan selama 24 hari sejak tanggal 30 April hingga 23 Mei 2020 mendatang.

Bagikan Santunan

Selain itu, tambah dia, Pertamina juga memberikan santunan senilai 30,4 juta rupiah kepada 152 anak yatim dan dhuafa di wilayah Aceh.

Kegiatan yang dilakukan pada Sabtu (09/05) kemarin, merupakan kegiatan tahunan. Sebagai rangkaian kegiatan Khatam Al Quran dan santunan Anak Yatim yang dilakukan oleh Pertamina serentak di beberapa Provinsi.

Ada yang berbeda pada kegiatan kali ini, mengingat saat ini juga sedang berlangsung pandemi Covid-19 di Indonesia. “Santunan diserahkan langsung kepada 111 anak dengan mendatangi rumah mereka. Dan sebagian diserahkan kepada 41 anak lainnya di Pondok Yatim Tahfizh Quran An-Nur, Lung Bata. Tentunya dengan tetap melaksanakan protokol pencegahan Covid-19,”ujar Roby.

Kegiatan berbagi terus dilakukan, meski dari sisi penjualan BBM terus terjadi penurunan. Untuk wilayah Aceh, hingga saat ini konsumsi rerata harian BBM jenis Gasoline (Premium, Pertalite, dan Pertamax Series) mengalami penurunan mencapai 23 persen. Setara dengan 1,42 juta liter per hari, dibanding rerata harian normal sebesar 1,85 juta liter per hari.

Sedangkan untuk Gasoil (Bio Solar dan Dex Series), terjadi penurunan penyaluran sebesar 25 persen. Realisasi setara 766 ribu liter per hari, dibanding rerata konsumsi harian normal sekitar 1,1 juta liter per hari.()