Mengaku Polisi, 4 Pemuda Ini Peras Korbannya

Mengaku Polisi, 4 Pemuda Ini Peras Korbannya
Foto: Tersangka dan barang bukti diperlihatkan di Mapolresta Banda Aceh.(AcehBisnis)

Banda Aceh - Empat pemuda berinisial AM, HY, AD dan RN, yang merupakan warga kecamatan Darul Imarah, Banda Aceh, ditangkap Unit Reskrim Polres Darul Imarah karena diduga melakukan pemerasan, pengancaman dan pencurian di sebuah rumah kos, Gampong Lheu Blang, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Rabu (4/10/2017) lalu sekira pukul 04.00 WIB.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol T Saladin melalui Kapolsek Darul Imarah, AKP Ramdlan didampingi Kasat Reskrim, AKP M Taufiq mengatakan, keempat tersangka ditangkap berdasarkan laporan yang diterima Polsek Darul Imarah tertanggal 4 Oktober 2017 lalu oleh korban bernama M Alfin Giffari.

"Barang bukti yang diamankan berupa 2 unit telepon seluler merek Xiaomi dan Asuz, sebuah dompet kulit warna hitam dan satu unit mobil merek Daihatsu XeniaÔÇÄ bernomor polisi BL 384 JO warna putih yang dirental pelaku," ujarnya Kamis (19/10/2017).

Ia menjelaskan, kejadian tersebut berawal saat keempat tersangka mendatangi rumah kos korbanÔÇÄ Alfin yang saat itu tengah beristirahat bersama tiga orang rekannya. Kemudian, dua tersangka yang tidak dikenali korban yang mengaku sebagai polisi datang dan menggedor pintu rumah tersebut.

"Tersangka menuduh korban dan teman-temannya membawa perempuan ke dalam kos tersebut dan menyembunyikan sabu-sabu. ÔÇÄKorban diminta untuk keluar dari kamar kos yang tujuannya untuk diperiksa oleh tersangka," kata Kapolsek.

Tak lama kemudian, korban dipaksa untuk ikut ke dalam mobil yang dibawa para pelaku ke lokasi tersebut yang kemudian korban dibawa jalan oleh pelaku. Pelaku meminta korban mematikan telepon seluler miliknya dan langsung korban serahkan tanpa perlawanan.

"Selain hanphone, para korban juga diminta mengeluarkan dompetnyaÔÇÄ dan mengancam akan dibawa ke polsek untuk dites urine, tetapi tidak diberitahu akan dibawa ke polsek mana," ungkapnya.

Setelah lama korban dibawa berkeliling, korban kemudian diturunkan di daerah persawahan di dekat kos tempat kroban tinggal. Korban yang trauma dan ketakutan kemudian melaporkan hal ini ke Mapolsek Darul Imarah.

"Tersangka AD ditangkap di sebuah gubuk dekat rumahnya, ÔÇÄkemudian ditangkap tersangka AM dan RN di kawasan Lampeuneurut beserta barang bukti satu unit handphone Xiaomi. Pada Sabtu (14/10/2017) ditangkap tersangka HY di kecamatan Darul Imarah," jelasnya.

Saat ini, tersangka dan barang bukti masih diamankan di Mapolresta Banda Aceh untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. "Korban mengalami kerugian senilai Rp 3 juta, kasus ini masih dikembangkan," tambah AKP Ramlan.

HUT ACEH BISNIS BANK ACEH