Mei 2021, Terjadi Inflasi Sebesar 0,17 Persen di Banda Aceh

Mei 2021, Terjadi Inflasi Sebesar 0,17 Persen di Banda Aceh
Foto: Istimewa

Banda Aceh, Aceh Bisnis - Pada Bulan Mei 2021, Kota Banda Aceh mengalami inflasi sebesar 0,17 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 106,23 pada April 2021 menjadi 106,41 pada Mei 2021, akibat adanya perkembangan harga berbagai komoditas pada Mei 2021 dan secara umum menunjukkan kenaikan pada Mei 2021 .

Hal ini merujuk pada laporan BPS Kota Banda Aceh terkait  Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Banda Aceh, Fadhil mengatakan, tingkat inflasi tahun kalender Januari-Mei 2021 sebesar 0,45 persen dan tingkat inflasi pada Mei 2021 terhadap Mei 2020 sebesar 1,73 persen.

“Inflasi di Banda Aceh sendiri terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran,” katanya, Senin (07/06/2021).

Sementara itu secara teknis Kepala Bidang Statistik Diskominfotik, Nourchalis, SE menjelaskan, perkembangan harga berbagai komoditas pada Mei 2021 menunjukkan adanya penurunan sebesar 0,18 persen.

“Walau terjadi penurunan sebesar 0,18 persen, inflasi yang terjadi di Banda Aceh terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks (inflasi) pada tujuh kelompok pengeluaran, dan sebanyak tiga kelompok pengeluaran mengalami penurunan indeks (deflasi) sementara kelompok pengeluaran jasa pendidikan tidak mengalami perubahan,” jelasnya.

Kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi yaitu kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 1,00 persen; kelompok transportasi sebesar 0,41 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,27 persen; kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,21 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,15 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,04 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,02 persen.

Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi adalah pakaian dan alas kaki sebesar 0,35 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,04 persen; dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen. Sedangkan kelompok pengeluaran yang tidak mengalami perubahan, yaitu: kelompok pendidikan.

Sementara itu dari 90 kota di Indonesia yang dipantau harganya pada Mei 2021, 78 kota mengalami inflasi dan 12 kota mengalami deflasi.

"Informasi BPS tersebut juga menunjukkan bahwa Inflasi tertinggi terjadi di kota Manokwari sebesar 1,82 persen. Inflasi terendah terjadi di kota Tembilahan sebesar 0,01 persen. Deflasi tertinggi terjadi di kota Timiza sebesar 0,83 persen. Deflasi terendah terjadi di kota Palembang sebesar 0,02 persen,” terang Nourchalis.

Sedangkan dari 24 kota di Pulau Sumatera yang dipantau harganya pada Mei 2021, 20 kota mengalami inflasi dan 4 kota mengalami deflasi.

“Inflasi tertinggi terjadi di kota Meulaboh sebesar 0,79 persen, selanjutnya Kota Banda Aceh sebesar 0,17 Persen” Terangnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Setianto saat konferensi pers virtual Rabu (2/6/2021) mengatakan pada Mei 2021, terjadi inflasi sebesar 0,32 persen. Sebanyak 78 kota dari 90 kota mengalami inflasi dan tertinggi di Manokwari sebesar 1,82 persen dan terendah terjadi di Tembilahan sebesar 0,01 persen.

“Yaitu kelompok transportasi sebesar 0,71 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,59 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,52 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,44 persen,” kata Setianto