Malaysia Hapus Vaksin AstraZeneca untuk Vaksinasi Nasional!

Malaysia Hapus Vaksin AstraZeneca untuk Vaksinasi Nasional!
Foto: Getty Images/Antonio Masiello

Jakarta, Aceh Bisnis - Meski sudah mendapatkan belasan juta dosis vaksin AstraZeneca, Malaysia tak memakai vaksin Corona tersebut untuk vaksinasi nasional. Menurut Menteri Sains, Teknologi, dan Inovasi Khairy Jamaluddin, ia melihat banyak warganya merasa cemas jika diberikan vaksin AstraZeneca.

Mereka ragu vaksin AstraZeneca aman dan memiliki manfaat lebih besar daripada risikonya. Hal ini lagi-lagi terkait efek samping langka pembekuan darah usai vaksinasi AstraZeneca.

"Ini akan kami buka untuk publik yang secara sukarela, setelah melihat semua fakta terkait AstraZeneca, untuk tampil dan mendaftar di pusat-pusat khusus pengambilan vaksin," ujarnya sembari menegaskan vaksin AstraZeneca tak ditempatkan di pusat vaksin nasional, dikutip dari Channel News Asia.

Alih-alih menyia-nyiakan 268 ribu dosis awal, vaksin AstraZeneca dialihkan ke Selangor dan wilayah federal Kuala Lumpur. Ia sudah menyepakati bersama pihak terkait untuk mulai mendistribusikan vaksin AstraZeneca di pusat vaksin khusus.

Khairy membandingkan risiko pembekuan darah dari pemberian vaksin AstraZeneca pada 4 kasus per juta vaksin, dengan 165 ribu pembekuan darah per satu juta kasus COVID-19 dan 1.763 kasus per juta perokok.

Malaysia sudah mendapatkan total 12,8 juta dosis vaksin AstraZeneca. Vaksin AstraZeneca akan diberikan kepada mereka yang berusia di atas 60 tahun.

Dalam konferensi pers hari Selasa, Khairy mengatakan interval dosis vaksin AstraZeneca yang ditetapkan adalah 12 minggu. "Artinya kita bisa memvaksinasi lebih banyak orang dengan dosis pertama," jelas Khairy.

Bagaimana di Indonesia?

Sementara Indonesia baru saja mendapatkan 3,8 juta dosis vaksin AstraZeneca, Senin (26/4/2021). Juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi menjelaskan pendistribusian sudah berproses ke 34 provinsi.

"Sudah proses. Ke seluruh provinsi tapi sekarang kita sedang pastikan kembali mempertimbangkan kecepatan dosis dari tiap provinsi masing-masing," jelas Nadia saat dihubungi detikcom Rabu (28/4/2021).

Beberapa waktu lalu, BPOM memastikan tak ada yang perlu dikhawatirkan terkait vaksinasi AstraZeneca. Pasalnya, sejauh ini, kasus pembekuan darah yang ditemukan juga sangat langka.

Adapun untuk kehati-hatian, BPOM menambahkan warning dalam fact sheet selama proses skrining vaksin AstraZeneca berlangsung. Khususnya bagi mereka yang berisiko mengalami pembekuan darah.

Sumber:detik.com