Maaf, Negara Paling Bahagia Sedunia Belum Mau Terima Turis

Maaf, Negara Paling Bahagia Sedunia Belum Mau Terima Turis
Warga Bhutan (BBC Travel)

Thimpu, Acehbisnis.com - Bhutan, si negara paling bahagia sedunia sudah bebas dari Corona. Meski begitu, negara ini tak mau buru-buru untuk menggenjot pariwisatanya.

Saat pandemi Corona menyerang dunia, Bhutan dengan cepat menutup seluruh akses ke negeranya untuk mencegah penyebaran. Sampai hari ini, hanya ada 2 kasus Corona yang terkonfirmasi oleh Bhutan, itu pun berasal dari turis.

Ketika semua negara mulai berlomba untuk memulai industri pariwisatanya, Bhutan malah cenderung santai.

"Kami sebenarnya berharap untuk memulai dan membuka kembali pariwisata kami, tentu saja ini tergantung pada perkembangan positif secara global. Karena itu, kami belum menetapkan tanggal untuk pembukaan kembali," ujar Direktur Jendral Dewan Pariwisata Bhutan Dorji Dharadhul dari Lonely Planet, Jumat (12/6/2020).

Jika nanti buka kembali, Bhutan akan menerapkan serangkaian aturan baru bagi wisatawan. Aturan tersebut mengacu pada protokol kesehatan yang direkomendasikan oleh World Health Organization (WHO).

Perbatasan internasional Bhutan pun masih belum dibuka. Kecuali untuk lalu lintas barang-barang pokok dan pemulangan warga negaranya. Warga negara yang baru pulang dari luar negeri harus menerapkan karantina yang lebih lama bisa 21 hari lho!

Bhutan sendiri sudah terbuka untuk turis sejak tahun 1970an. Promosinya bertema High Value, Low Volume, artinya Bhutan sudah sedari dulu menghindari wisata berskala masif. Pada tahap new normal nanti, Bhutan akan tetap menjual pariwisata berkelanjutan seperti yang sudah-sudah.

"Kami ingin memberikan pengalaman eksklusif kepada wisatawan dengan mengelola jumlah wisatawan. Semua ini tentang pariwisata berkelanjutan dan kerangka filosofi pengembangan Gross National Hapiness (GNH). Adanya latas belakang ini membuat kami percaya bahwa membuka pariwisata Bhutan akan lebih mudah dibandingkan dengan destinasi lainnya," tambahnya.

Negara kecil di Asia Selatan ini bukan cuma paling bahagia tapi juga punya udara paling bersih. Masyarakatnya memegang teguh ajaran Buddha untuk hidup sederhana dan bahagia.

"Krisis ini membantu Bhutan untuk melihat peluang dalam merangkul tren perjalanan kesehatan, dan membuat Bhutan sebagai destinasi pelepas penat, tempat istirahat dan refleksi diri," tutupnya.

Sumber:detik.com