Lawan Covid-19, Sejumlah Stakeholder di Aceh Barat Bentuk Wadah Aliansi

Lawan Covid-19, Sejumlah Stakeholder di Aceh Barat Bentuk Wadah Aliansi
Foto ist

Meulaboh, Acehbisnis.com - Sejumlah stakeholder di Aceh Barat membentuk wadah aliansi yang diberi nama "lawan Covid-19 demi Aceh Barat loen sayang".

Wadah ini dimaksudkan untuk mencegah penyebaran virus corona dalam bentuk edukasi kepada masyarakat di wilayah ini, terutama di titik keramaian seperti pasar dan tempat keramaian lainnya.

Salah satu sistem yang rencananya akan dilakukan melalui sosialisasi dengan mendatangi langsung para pedagang, yang berada di seputaran pasar Meulaboh, Aceh Barat. Selain itu, juga memasang media spanduk pada lokasi tersebut.

Dalam perihal tersebut, para relawan covid-19 nantinya akan menjumpai semua pedagang secara langsung di pasar agar dapat menerapkan strategi atau pun ide yang telah dibangun hasil daripada diskusi para stakeholder ini.

Sebagaimana diketahui, wabah virus Corona ini sudah menjadi Pandemi dunia. Segala larangan dan himbauan gencar dilakukan pemerintah demi menanggulangi musibah tersebut. Tentunya dibalik semua ini justru berdampak terhadap perekonomian di tingkat masyarakat.

Untuk menghindari dua persoalan tersebut, maka peran wadah ini selain bantu menekan penyebaran virus di daerah, juga berupaya agar sistem ekonomi tetap berjalan khususnya untuk para pedagang yang selama ini dilanda sepi pembeli setelah dikeluarkan larangan adanya keramaian.

Abi Devi salah satu inisiator pergerakan ini, Selasa (31/3/2020) menjelaskan keberadaan forum bersama ini sangat dibutuhkan untuk membantu masyarakat agar tidak panik dalam menyikapi persoalan tersebut, karena selain kesehatan masalah ini juga telah merambah ke bidang ekonomi.

" Dalam wadah ini turut bergabung relawan PMI, akademisi, dan juga para relawan kemanusiaan lainnya. Pertama kita memulai fokus di kawasan kota Meulaboh, nanti kalau sudah jalan baru kita turun semua kecamatan.

" Programnya selain pencegahan penyebaran virus corona juga menyelamatkan roda ekonomi Aceh Barat kedepan," kata Abi Devi kepada wartawan.

Dikatakannya, langkah awal gerakan forum aliansi ini ada melakukan sosialisasi melalui berbagai media seperti spanduk, baliho dan selebaran di pasar-pasar dan tempat keramaian lain, yang intinya mengajak para pedagang agar bisa menerapkan sistem jual beli tanpa harus ke pasar demi tidak terciptanya keramaian.

" Pedagang harus memahami dengan kondisi sekarang ini, karena daerah kita ini kondisinya lagi tidak baik. Kalau ada cara lain tanpa mengundang orang banyak, pergunakan cara itu. Saran saya jual barang daganganya dengan cara antar, ini demi kita semua melawan virus ini," tambahnya.

Wadah ini, kata dia, juga siap memfasilitasi atau menyediakan relawan pengantar barang supaya masyarakat tidak perlu lagi ke pasar dan bisa mengakses pasar melalui relawan pengantar barang. Dan itu jika pedagang tersebut tidak memiliki jasa kurir.

Langkah tersebut bukan semata melarang masyarakat berbelanja di pasar, tetapi ini solusi untuk menghindari keramaian untuk melawan virus Pandemi ini.

" Langkah awalnya kita bicara dampak ekonomi terhadap warga di pasar, baik penjual maupun pembeli, artinya pasar tetap berjalan dan tidak terjadi penyebaran virus corona. Untuk pengantar kita juga sediakan alat pencegah virus, agar barang belanjaan yang dipesan terjamin aman, " demikian kata Abi.

Dalam sistem demikian, ia juga berharap denyut ekonomi tetap berjalan, masyarakat tidak berkumpul di pasar. Artinya, melalui metode usaha baru ini, pedagang bisa berjualan seperti biasa, rewardnya bisa tumbuh tenaga kerja baru, yaitu transportir ( kurir/pengantar barang). ()