Larangan Dagang Huawei Diperpanjang, China Bakal Balas Dendam

Larangan Dagang Huawei Diperpanjang, China Bakal Balas Dendam
Huawei P30 Pro. Foto: Rachmatunnisa/detikINET

Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat memperpanjang larangan dagang terhadap Huawei dan ZTE, dan pemerintah China pun bakal melancarkan aksi balasan terhadap larangan tersebut.

Aksi balasan tersebut memang belum ditetapkan, namun pemerintah China mengaku tak segan untuk membuat larangan sejenis untuk perusahaan AS seperti Qualcomm dan Apple.

Dilansir Global Times of China, pemerintah China tengah mempersiapkan larangan dagang sejenis untuk sejumlah perusahaan AS untuk melawan terhadap larangan dagang untuk Huawei.

Perusahaan asal AS seperti Apple, Cisco, dan Qualcomm bakal dimasukkan ke dalam daftar bernama 'unreliable entity list' oleh pemeirntah China. Kabar ini pun memicu ketidaknyamanan di kalangan investor.

Sebelumnya diberitakan, Presiden AS Donald Trump memperpanjang keputusan eksekutif yang ditandatangani pada Mei 2019 yang melarang perusahaan Amerika Serikat untuk menggunakan peralatan telekomunikasi yang dibuat oleh perusahaan yang dianggap mengancam keamanan nasional.

Larangan dagang ini pun bahkan diperluas dengan mewajibkan persuahaan asing yang menggunakan peralatan pembuat chip dari AS untuk mempunyai lisensi sebelum memasok chip untuk Huawei.

Aturan baru ini tampaknya dibuat untuk menargetkan pasokan chip HiSilicon Huawei yang dibuat oleh TSMC, yang sebenarnya bukan perusahaan asal AS. Huawei hanya bisa mendapat pasokan chip yang saat ini sudah diproduksi oleh TSMC, itu pun kalau pengapalannya bisa terjadi dalam waktu 120 hari.

Regulator AS mengatakan kebijakan Trump tersebut ditujukan secara spesifik untuk perusahaan China seperti Huawei dan ZTE. Pemerintah AS telah lama menuding Huawei memiliki hubungan khusus dengan pemerintah China.

Sejak larangan dagang tersebut ditetapkan, Huawei jadi terseok-seok di pasar smartphone global. Bahkan Huawei sampai harus merilis ulang P30 Pro -- yang masih punya akses ke Google Mobile Services -- karena ponsel yang dirilis setelah itu tak lagi punya akses dan harus menggunakan Huawei Mobile Services.

Sumber:detik.com