Korban Jiwa Virus Corona Naik, Pantau Harga Emas 30 Januari

Korban Jiwa Virus Corona Naik, Pantau Harga Emas 30 Januari
Harga Emas Antam. (Liputan6.com)

Jakarta - Harga emas Comex menguat pada perdagangan pagi ini, Kamis (30/1/2020), pascarilis keputusan kebijakan suku bunga The Fed.

Berdasarkan data Bloomberg, harga emas Comex kontrak April 2020 dibuka menguat 6,40 poin atau 0,41 persen di level US$1.582,40 per troy ounce.

Pergerakannya kemudian naik 5,80 poin atau 0,37 persen ke level US$1.581,80 per troy ounce pada pukul 06.59 WIB. Sepanjang pagi ini, harga emas bergerak di kisaran US$1.580-US$1.582,50 per troy ounce.

Harga emas kontrak April mampu memperpanjang penguatannya setelah pada perdagangan Rabu (29/1) berakhir naik hanya 0,01 persen atau 0,20 poin di posisi US$1.576.

Dalam rapat kebijakan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang berakhir Rabu (29/1) waktu setempat, The Fed memutuskan mempertahankan Fed Funds Rate pada 1,5 persen hingga 1,75 persen.

Kebijakan tersebut disebut sesuai untuk mendukung ekspansi kegiatan ekonomi yang berkelanjutan. The Fed juga mensinyalkan untuk tetap menahan kebijakan sementara waktu, sembari menekankan pentingnya mengangkat inflasi mencapai target.

Menyusul keputusan tersebut, indeks dolar AS yang melacak pergerakan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama, ditutup turun tipis 0,03 persen atau 0,027 poin ke level 97,991 pada perdagangan Rabu (29/1). Koreksi yang dialami dolar AS serta merta menguntungkan emas.

Seperti diketahui, suku bunga yang lebih tinggi dapat mengurangi permintaan untuk logam mulia tak berbunga seperti emas, serta membuat emas yang bernilai dalam dolar menjadi lebih mahal bagi para pembeli yang menggunakan mata uang lainnya.

Pada saat yang sama, penguatan emas juga ditopang oleh meningkatnya permintaan untuk aset investasi aman (safe haven) di tengah bertahannya kekhawatiran investor atas dampak virus corona terhadap pertumbuhan ekonomi.

"Selain faktor The Fed, alasan minat investor terhadap emas adalah dampak virus corona dan bagaimana hal itu akan memengaruhi data ekonomi China," terang Bob Haberkorn, senior market strategist di RJO Futures.

Komisi Kesehatan Nasional China mengatakan pada hari Kamis (30/1/2020), jumlah total kematian yang dikonfirmasi karena virus corona di negara itu telah meningkat menjadi 170 pada akhir hari Rabu (29/1/2020), sedangkan jumlah pasien yang terinfeksi meningkat lebih dari 1.700.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyampaikan keprihatinan serius mengenai penyebaran virus corona baru (2019-nCoV) di luar China.