Komisaris BSI: Pentingnya Peran Media dalam Mendorong Literasi Keuangan Syariah di Aceh

Komisaris BSI: Pentingnya Peran Media dalam Mendorong Literasi Keuangan Syariah di Aceh

Banda Aceh, Aceh Bisnis - Komisaris PT Bank Syariah Indonesia Tbk, M Arief Rosyid Hasan mengharapkan agar media siber menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat tentang iklusi dan literasi keuangan dan ekonomi syariah.

"Karena dukungan dan peran media sangat penting dalam mendorong literasi keuangan syariah,"kata Arief saat bersilaturahmi ke kantor Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Aceh, Senin (10/05/2021) di Banda Aceh. Dalam kunjungan tersebut, Komisaris PT Bank Syariah Indonesia juga didampingi Corporate Communication (Corcom) perusahaan itu, Eko Nopiansyah.

Prospek ekonomi syariah saat ini, jelas dia, memperlihatkan kinerja yang memuaskan, dan dunia global tengah mengincar prospek pasar perekonomian syariah di Indonesia. "Ditengah perekonomian dunia yang sedang krisis sebagai dampak pandemi covid-19, terbukti sistem ekonomi dan keuangan syariah lebih survive atau dapat bertahan".

"Hal itu ditunjukkan dengan kinerja BSI yang tumbuh ditengah kondisi covid-19, dan bahkan pertumbuhannya menunjukkan angka yang memuaskan. Dunia global saat ini sedang mengarah pada ekonomi dan keuangan syariah,”ujarnya.

Lebih lanjut, Ia menambahkan, ekonomi dan sistem keuangan syariah akan menjadi tatanan dan konsep ekonomi masa depan. Sebab, sistem ekonomi kapitalistik tidak mampu menjawab persoalan masyarakat dunia saat ini.

Ia mengakui, kendala terbesar di Indonesia saat ini adalah masalah literasi dan inklusi keuangan syariah. Karna itu, dibutuhkan effort semua pihak, baik media, anak-anak muda, dan semua elemen untuk saling mendukung memberikan edukasi kepada masyarakat tentang sistem ekonomi dan keuangan syariah.

“Literasi ekonomi dan keuangan syariah ini harus kita bangun dan terus menerus. Sebagai tanggungjawab kita bersama memberikan edukasi kepada masyarakat,”paparnya.

Sementara itu, Ketua JMSI Aceh, Hendro Saky meminta BSI untuk aktif memberikan dukungan literasi keuangan syariah. Karena, hasil penelitian Otoritas Jasa Keuangan (OJK), baru 18 persen warga Aceh yang memahami sistem ekonomi syariah.

"Hal itu berarti, masih terdapat 82 persen lagi warga Aceh yang belum memahami tentang produk ekonomi dan keuangan syariah. Dan prosentase ini masih sangat besar dan menjadi tantangan bersama, apalagi kemudian, saat ini Aceh telah menerapkan Qanun Lembaga Keuangan Syariah,"jelas dia yang didampingi oleh pengurus daerah organisasi media siber itu.

Bahkan, kata dia, saat ini JMSI telah beberapa kali melakukan diskusi terkati dengan literasi keuangan, dan Qanun LKS dengan harapan sebagai bentuk dukungan organisasinya terhadap keberadaan Qanun Lembaga Keuangan Syariah.

Ia juga mengatakan, JMSI Aceh pada September 2021 mendatang akan melangsungkan kegiatan dengan tema, Aceh Kiblat Ekonomi Syariah, dan pada saat acara itu nantinya, pihaknya akan memberikan ekonomi syariah award kepada Bapak Presiden RI Joko Widodo, dan Wapres KH Ma’ruf Amin.

Dengan tema Aceh Kiblat Ekonomi Syariah, JMSI akan mengundang Kepala OJK RI, Gubernur Bank Indonesia, komunitas blogger Indonesia, para pemilik media siber nasional, dalam seminar Media Siber dan Literasi Keuangan dan Ekonomi Syariah.

"Untuk itu, Hendro Saky berharap dukungan Bank Syariah Indonesia untuk suksesnya acara itu nantinya,"pungkasnya.(*)