Kisah Sedih di Balik Kota Hantu Rusia yang Tertutup Es

Kisah Sedih di Balik Kota Hantu Rusia yang Tertutup Es
Foto: Maria Passer/Anadolu Agency/Getty Images

Moscow, Aceh Bisnis - Cerita sedih kembali datang dari kota terbengkalai di Rusia. Berada di wilayah bersuhu dingin, kota ini ditinggalkan warganya hingga membeku tertutup es.

Seorang fotografer bernama Maria Passer baru-baru ini mengungkapkan pengalamannya melakukan perjalanan menuju kota pertambangan batu bara Vorkuta tersebut. Ia menempuh perjalanan selama dua hari dengan kereta api dari Moskow.

Dikuti dari Insider, Passer mengatakan bahwa ia memang tertarik untuk mengeksplorasi perkotaan. Untuk Vorkuta, ia mengaku tertarik pada kecantikan dan sejarah kota tersebut.

"Tempat-tempat yang ditinggalkan ini mungkin merupakan tempat-tempat yang menyedihkan, gelap, dan suram. Tetapi ini indah bahkan mungkin menginspirasi," katanya.

Passer akhirnya berangkat ke kota itu bersama dengan dua temannya. Mereka membawa peralatan fotografi termasuk drone untuk digunakan selama berada di Vorkuta.

Vorkuta sendiri merupakan sebuah kota yang didirikan pada tahun 1930-an. Dulunya kota ini merupakan kamp kerja paksa Gulag, di mana pada masa pemerintahan Joseph Stalin, para tahanan dipaksa untuk menambang batu bara.

Kota hantu Vorkuta di Rusia. Foto: Maria Passer/CNN


Seiring berjalannya waktu, penduduk di kota itu mendapatkan gaji yang bagus. Sehingga, ini mendorong banyak orang pindah ke Vorkuta.

Dengan masuknya para pendatang, kota itu kian berkembang dan menjadi tempat tinggal bagi para penambang batu bara dan keluarga mereka.

Sayangnya, pada saat Uni Soviet runtuh tahun 1991, banyak tambang yang akhirnya harus ditutup. Para penambang pun kehilangan pekerjaan dan akhirnya mengganggur.

Lama-kelamaan, para penduduk itu mulai beralih mencari pekerjaan baru. Mereka meninggalkan Vorkuta dan zona Arktik secara umum. Menurut situs berita The World, diperkirakan 1 juta orang telah pergi dari sana.

Pada akhirnya kota menjadi sepi dan menyisakan sedikit orang. Terhitung sekitar 100 apartemen yang masih berpenghuni.

Orang-orang yang sudah meninggalkan Vorkuta juga beberapa kali kembali ke sana untuk melakukan sejumlah keperluan. Tapi itu tidak membuat mereka menetap secara permanen.

Sementara itu, penduduk yang masih bertahan di Vorkuta sampai saat ini masih menunggu untuk dipindahkan ke program perumahan bersubsidi. Mereka tak punya cukup uang untuk pindah dan mereka juga tidak bisa menjual rumah mereka.

Passer menceritakan, tak ada yang mau pindah ke Vorkuta. Jadi sekalipun penduduk itu menjual rumahnya, rumah itu tak akan laku.

Akan tetapi, rupanya ada juga penduduk yang memilih bertahan di sana karena merasa bahwa apartemen itu adalah rumah mereka. Padahal untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, mereka yang harus menempuh perjalanan jauh dengan mobil atau angkutan umum menuju Kota Vorkuta.

Di pusat kota, mereka masih dapat menemukan toko kelontong, restoran, apotek, teater, dan area perbelanjaan.

Di sisi lain, pada apartemen-apartemen yang telah terbengkalai, Passer masih menemukan sisa-sisa barang pemilik lama yang ditinggalkan begitu saja. Di sana masih ada foto-foto lama, buku, furnitur, dan mainan.

Apartemen tertutup es. Foto: Maria Passer/CNN

Sisanya, bangunan apartemen itu tertutup lapisan es karena tidak dirawat. Ini karena suhu di sana berkisar -38 derajat Fahrenheit.

"Perasaan pertama ketika saya melihat ini, wow ini mengerikan. Tapi di sisi lain saya juga berpikir bahwa wow ini sangat indah," katanya ketika mulai memotret.

Passer berharap, orang-orang yang melihat fotonya juga dapat menangkap sisi indah dari Vorkuta meskipun juga ada kisah menyedihkan di baliknya.

"Saya berharap orang-orang akan melihat foto-foto ini dengan cara yang sama dengan ketika saya melihat tempat ini, di mana ada perasaan indah dan mengerikan," ujarnya.

Sumber:detik.com
Iklan Kelender event 2021 Disbudpar aceh