Keutamaan Hari Arafah di 9 Dzulhijjah yang Jatuh 30 Juli 2020

Keutamaan Hari Arafah di 9 Dzulhijjah yang Jatuh 30 Juli 2020
Keutamaan Hari Arafah (Ilustrasi : Mindra Purnomo/detikcom)

Jakarta, Aceh Bisnis - Dalam kalender Islam sesuai hasil sidang Isbat Kementerian Agama RI, pada Kamis 30 Juli 2020 besok termasuk hari Arafah. Ada sejumlah hadits yang meriwayatkan keutamaan hari Arafah pada 9 Dzulhijjah. Rasulullah SAW seperti disebutkan dalam ahadits riwayat Imam Tirmidzi dari Ibnu Abbâs Radhiyallahu anhu, bersabda:

"Tidak ada hari-hari di mana amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allâh daripada hari-hari yang sepuluh ini (10 Dzulhijjah). Para sahabat bertanya, "Tidak juga jihad di jalan Allâh ? Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Tidak juga jihad di jalan Allâh, kecuali orang yang keluar mempertaruhkan jiwa dan hartanya, lalu tidak kembali dengan sesuatupun."

Termasuk di dalam sepuluh awal bulan Dzulhijjah adalah hari Arafah di tanggal 9. Di hari ini bagi umat Islam yang sedang tidak menunaikan ibadah haji sangat dianjurkan menunaikan Puasa Arafah. Selain Puasa Arafah, ada sejumlah keutamaan ibadah di tanggal 9 Dzulhijjah.


Keutamaan Hari Arafah


1. Puasa Arafah menghapus dosa dua tahun

Puasa 9 hari di Bulan Dzulhijjah, termasuk di dalamnya puasa Arafah biasa dijalankan Rasulullah SAW. Sebagaimana diriwayatkan dalam hadits Imam Ahmad dan Nasa'i dari Hafsah Radhiyallahu anhu.

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari Asyura (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya, (berpuasa) di hari Senin dan Kamis."

Diriwayatkan dalam hadits Imam Muslim, "Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu."


2. Sholat Malam Sebanding Malam Lailatul Qadr

Di dalam Kitab Ihya Ulumiddin, Imam Al Ghazali mengutip hadits riwayat Imam Bukhari dari Ibnu Abbas. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"'Tiada ada hari yang amal sholeh, lebih dicintai oleh Allah Azza wa Jalla daripada hari-hari yang sepuluh ini (10 hari pertama bulan Dzulhijjah).' Sesungguhnya berpuasa satu hari di dalamnya membandingi berpuasa satu tahun. Melakukan Sholat malam di dalamnya membandingi sholat malam pada malam Lailatul Qadr. Seorang sahabat bertanya 'Apakah lebih baik daripada jihad fii sabiilillaah?' Beliau (Rasulullah) bersabda, 'Iya. Lebih baik daripada jihad fii sabiilillaah, kecuali seseorang yang keluar berjihad dengan harta dan jiwa raganya kemudian dia tidak pernah kembali lagi (mati syahid)'".

Disebutkan dalam hadits tersebut, sholat malam di malam-malam sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah setara dengan beribadah di malam Lailatul Qadr pada Bulan Ramadhan.


3. Hari terbanyak manusia dibebaskan dari neraka


Prof Wahbah Az-Zuhaili dalam Kitab Fiqhul wa Adillatuhu juz 4 menyebutkan bahwa hari arafah adalah hari yang paling utama. Keutamaan hari Arafah sebagaimana disebutkan dalam hadits Imam Muslim nomor 1348:

"Jumlah manusia yang dibebaskan Allah SWT dari neraka yang paling banyak adalah pada hari Arafah."


4. Waktu terbaik untuk berdoa

Hari arafah merupakan hari terbaik untuk memanjatkan doa. Disebutkan dalam hadits Tirmidzi yang meriwayatkan dari Abdullah bin Amr Radhiyallahu anhu, Rasulullah SAW bersabda:

"Sebaik-baiknya doa adalah doa di hari Arafah, dan sebaik-baik ucapan yang aku dan para nabi sebelumku ucapkan adalah La ilaha illallah wahdahu la syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa 'ala kulli syaiin qadir."

5. Hari Wukuf di Arafah

Keutamaan hari Arafah berikutnya karena pada 9 Dzulhijjah itu jutaan umat Islam yang menunaikan ibadah haji mengerjakan wukuf di Arafah. Wukuf menjadi salah satu rukun haji.

tag
hari arafah
keutamaan hari arafah
puasa arafah
wukuf di arafah
hikmah
wukuf
rukun haji
doa di hari arafah

Sumber:detik.com