Kepercayaan Investor Terguncang, Wall Street Anjlok 3 Persen

Kepercayaan Investor Terguncang, Wall Street Anjlok 3 Persen
Bursa AS. - Reuters

Jakarta, Acehbisnis.com – Bursa saham Amerika Serikat terjungkal ke zona merah bahkan anjlok lebih dari 3 persen pada akhir perdagangan Kamis (5/3/2020) di tengah meningkatnya volatilitas akibat wabah penyakit virus corona (Covid-19).

Berdasarkan data Bloomberg, indeks S&P 500 ditutup anjlok 3,39 persen ke level 3.023,94, Dow Jones Industrial Average terjerembab 3,58 persen menjadi 26.121,28, dan Nasdaq berakhir turun tajam 3,10 persen ke level 8.738,59.

Padahal, sehari sebelumnya, ketiga indeks saham utama di bursa Wall Street tersebut mampu melonjak sekitar 4 persen masing-masing, didorong persetujuan kongres AS atas dana senilai hampir US$8 miliar untuk pencegahan wabah penyakit virus corona.

Di Eropa, indeks Stoxx Europe 600 pun melorot lebih dari 1 persen pada Kamis, meskipun indeks MSCI Asia Pacific mampu menguat 1,4 persen.

Seiring dengan merosotnya daya tarik aset-aset berisiko, imbal hasil Treasury AS terbenam ke rekor terendah yakni 0,90 persen. Sebaliknya, pamor aset investasi aman (safe haven) seperti emas menanjak dan dolar AS melemah terhadap yen Jepang.

Kepercayaan investor terguncang ketika kasus-kasus virus corona terus berkembang biak di Amerika Serikat, negara dengan ekonomi terbesar di dunia, kendati pihak otoritas telah berupaya untuk membendung wabah virus yang mematikan tersebut.

"Kondisi ini sudah pasti volatil. Setelah mencapai titik ini, biasanya dibutuhkan waktu beberapa lamua untuk lebih tenang,” ujar Michael Shaoul, CEO di Marketfield Asset Management LLC., kepada Bloomberg TV.

"Yang kita tahu sekarang adalah bahwa kita tidak benar-benar mengerti apa yang akan terjadi selanjutnya. Mungkin empat, enam, delapan pekan sebelum kita akan memperoleh informasi yang berguna seperti bagaimana lintasan virus itu atau seperti apa kejatuhan ekonomi yang sebenarnya,” tambahnya.

Para pedagang masih meresahkan meningkatnya jumlah kasus virus corona di seluruh dunia. Sementara itu, pemerintah negara-negara di dunia memperluas upaya karantina dan pembatasan perjalanan.

Menurut data worldometers, total jumlah kasus infeksi secara global telah menembus angka 98.000 sedangkan jumlah kasus di Amerika Serikat mencapai lebih dari 200 orang hingga Kamis (5/3) malam waktu setempat.

Sebuah asosiasi industri memperingatkan wabah itu dapat merugikan perusahaan penerbangan sebanyak US$113 miliar dalam bentuk hilangnya pendapatan.

Sumber:Bisnis.com
HIMBAUAN FORKAMPIDA ACEH
IKLAN CORONA pemrpov aceh