Kenapa SIM C Dibedakan Jadi 3 Jenis? Ini Kata Polisi

Kenapa SIM C Dibedakan Jadi 3 Jenis? Ini Kata Polisi
Ilustrasi pembuatan SIM Foto: Rifkianto Nugroho

Jakarta, Aceh Bisnis - Surat Izin Mengemudi (SIM) sepeda motor nantinya bakal terbagi menjadi 3 jenis berdasarkan kapasitas mesin. Apa alasannya?

Kasi Standar Pengemudi Ditregident Korlantas Polri AKBP Arief Budiman mengatakan penggolongan SIM berdasarkan kapasitas mesin ini hadir karena mengendarai motor kecil dan motor besar membutuhkan keterampilan yang berbeda.

"Alasan peningkatan golongan SIM adalah peningkatan kompetensi, karena ada perbedaan kompetensi antara SIM C, CI, dan CII," kata Arief saat dihubungi detikoto, Senin (31/5/2021).

Aturan klasifikasi SIM C berdasarkan kapasitas mesin motor itu tertuang dalam Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 5 Tahun 2021 yang disahkan pada 19 Februari 2021. Tapi Arief mengatakan aturan itu masih dalam tahap sosialisasi, terhitung minimal 6 bulan sejak ditetapkan.

Bagaimana peruntukkan SIM C, CI, dan CII?

1. SIM C, berlaku untuk mengemudikan Ranmor jenis Sepeda Motor dengan kapasitas silinder mesin sampai dengan 250 cc (dua ratus lima puluh centimeter cubic);
2. SIM CI, berlaku untuk mengemudikan Ranmor jenis Sepeda Motor dengan kapasitas silinder mesin di atas 250 cc (dua ratus lima puluh centimeter cubic) sampai dengan 500 cc (lima ratus centimeter cubic) atau Ranmor sejenis yang menggunakan daya listrik;
3. SIM CII, berlaku untuk mengemudikan Ranmor jenis Sepeda Motor dengan kapasitas silinder mesin di atas 500 cc (lima ratus centimeter cubic) atau Ranmor sejenis yang menggunakan daya listrik.

Namun jika pemilik motor sudah memiliki SIM CII maka berlaku untuk semua golongan. SIM CI juga berlaku untuk penggunaan motor dengan golongan di bawahnya.

"SIM C II bisa digunakan untuk semua golongan motor. Jadi tidak perlu bikin 3 SIM. SIM CI juga boleh mengendarai golongan di bawahnya (SIM C)," jelas Arief.

Di sisi lain, menurut kacamata keselamatan berkendara, penggolongan SIM dinilai belum dibutuhkan. Hal yang paling disoroti ialah membentuk pengendara yang sehat mental dan keterampilan berkendara yang baik.

"Karena sifatnya hanya sebatas membuat sekat golongan jenis motor dan pengendaranya. Tidak menyentuh cara bagaimana membentuk pengendara yang berkompeten."

"Sehingga goals-nya jelas. Penurunan tingkat kecelakaan ya, dan penegakan hukum yang tegas terhadap perlanggar-pelanggar lalu lintas," sambung Sony.

Dewasa ini arogansi tak jarang dilakukan para pengendara motor. Sony mengatakan hal ini juga lantaran kemudahan dalam mendapatkan SIM, sehingga manusia yang keluar mendapatkan izin berkendara belum tentu berkompeten. Menurut Sony, prioritas yang diutamakan lebih dulu ialah peningkatan kompetensi dalam penerbitan SIM.

"Gue kan hanya melihat kulitnya aja ya.. jadi parameter cuma tingkat kecelakaan yang masih tinggi, perilaku pengendara yang tidak berubah bahkan banyak yang melawan petugas dan gampangnya memiliki SIM saat ini, nah valuasi dulu sistem yang ada," tutur dia.

Sumber:detik.com