Kemudahan Dan Manfaat Produk Pembiayaan Perumahan Syariah Bagi Milenial

Kemudahan Dan Manfaat Produk Pembiayaan Perumahan Syariah Bagi Milenial
KPR Syariah mulai dilirik kalangan muda.(Foto: shutterstock)

Pagi yang cerah menyapaku si guru Bahasa Jerman honorer di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di kotaku. Pagiku selalu teburu-buru ibadah subuh menjadi ibadah pagi yang “express” demi mengejar kelas pagiku. Status honorer membuat kasur dan bantal terasa lebih nyaman dari pada bangkit. Memanglah sangatlah benar, pesan pak ustadz, “Perbaiki Shalatmu, maka akan Allah perbaiki hidupmu”.

Menjadi guru Bahasa Jerman adalah profesi yang sangat menyenangkan. Profesi mulia ini tidak salah, hanya saja kenyataan yang berlalu lalang baik dari berita televisi, artikel yang ku baca, dan curhatan pribadi guru-guru yang bahkan sudah bertahun-tahun mengabdi pada negri ini yang “katanya kaya”ini, membuat aku sadar, profesi guru pada kenyataannya tidak memiliki tempat yang layak dihati pemegang kebijakan. Kesimpulan terbaik, aku harus perbaiki shalatku dan terus memperbaiki diri menjadi lebih baik.

Pembelajar pagi ini kami mulai dengan bercerita tentang salah satu kota di Jerman yang pernah penulis kunjungi saat berkesempatan meraih beasiswa Kursus musim panas selama 3 minggu di kota Frankfurt, Jerman 2011 silam dengan tujuan memotivasi siswa-siswi penulis untuk berani punya cita-cita suatu saat bisa berkunjung dan juga mempersiapkan kemampuan berbahasa Jerman pastinya. Setelah di selangi dengan penyampaian materi dan kelas kami akhiri dengan melakukan permainan Binggo, disusul dengan bel pergantian jam pun berbunyi yang menyisakan kekecewaan di wajah karena belum puas dengan permainan binggonya.

Setelah kelas selesai, penulis menuju sudut ternyaman di sekolah ini. Iya, ditemani komputer dengan koneksi internet yang lancar di laboratorium Bahasa Jerman, dimana penulis banyak menghabiskan waktu untuk menulis, membuat konten pembelajaran, mengikuti seminar online dan bercengkrama bersama siswa-siswi kelas intensif yang khusus datang untuk belajar kelompok, baca buku, dan bertanya tentang Bahasa dan Budaya Jerman atau bahkan hanya sekedar menyapa penulis. Bekerja paruh waktu sebagai guru honorer bagi mahasiswa S1 Perbankan Syariah yang sudah yakin hijrah dari D3 Keuangan dan Perbankan konvensional adalah proses yang sangat penulis hargai untuk kesempatan yang lebih besar.

Saat sedang asik berselancar di internet. Ada salah satu iklan yang membuat penulis “”kepo””. Judul iklannya "BNI Syariah Permudah Milenial Miliki Hunian Lewat Program Tunjuk Rumah" kata “Milenial” memanggil penulis untuk membaca lebih lanjut isi iklannya. Sebagai milenial, penulis tertarik membaca dan memahami isu-isu aktual dan problematika yang kami hadapi. Dari iklan ini penulis melihat Bank BNI Syariah ikut empati dengan kami milenial. BNI Syariah mendukung program pemerintah terkait satu juta rumah dengan menyelenggarakan program Tunjuk Rumah. Tunjuk Rumah adalah program yang ditujukan bagi calon nasabah terutama generasi milenial yang ingin mempunyai rumah idaman yang sesuai keinginan. Memiliki rumah idaman pastinya impian setiap orang, terlebih lagi kami generasi milenial yang juga fokus pada “”instagramable-nya”” sebuah hunian.

Sambil menyeruput kopi buatan Ibu tercinta yang sengaja penulis bawa dalam termos setiap harinya, penulis tidak bisa beranjak dari membaca isi iklan ini, karena saking mudahnya milenial hanya perlu menunjuk salah satu rumah atau apartemen yang tersedia pada developer yang sudah bekerjasama dengan BNI Syariah. Kelebihan program tunjuk rumah dibanding program lain yaitu adanya harga spesial atau tarif khusus, cicilan tetap sampai akhir cicilan serta kemudahan lainnya yaitu bebas biaya administrasi, bebas biaya KPR, bebas biaya taksasi, dan bebas denda”. Wah ini nih, seperti angin segar menyapa penulis untuk bercita-cita memiliki rumah idaman di masa depan.

Sedang asik membaca iklan, penulis dikejutkan dnegan kehadiran pengunjung setia Laboratorium Bahasa Jerman. Amel, Rahul, dan Kemal tiga serangkai dari sekian banyak murid penulis yang rutin setiap jam istirahat berkunjung. Disini mereka biasanya baca buku, mengerjakan tugas, mencari informasi pendidikan dan kerja Jerman  praktik Bahasa Jerman atau bahkan hanya sekedar menyapa si Bapak Guru honorer ini. Amel datang dengan dua roti sandwich yang dibelinya di kantin sehat menyapaku sambil memberikan salah satunya kepada penulis dan menanyakan apa yang sedang penulis kerjakan. Murid penulis yang satu ini memang sangat berbeda dengan kedua temannya, Rahul asik bermain game dan Kemal asik dengan komik jermannya. Dengan sanang hati penulis menerima dengan menjawab dua kata “Danke Schoen ” yang artinya terima kasih dan ia menjawab “gerne” artinya sama-sama. Awalnya penulis merasa terganggu dengan kehadiran gadis berkaca mata ini, akan tetapi mengingat ia berasal dari jurusan Akuntansi, maka akan sangat bermanfaat untuk wawasannya da tidak ada salahnya penulis berbagi pengetahuan kepada gadis sandwich ini. Penulis lanjut menjelaskan bahwa program Tunjuk Rumah 2020 di launching pada tanggal 20 Januari 2020 berjalan hingga 30 Juni 2020. Target program Tunjuk Rumah diantaranya karyawan perusahaan yang mempunyai fix income. BNI Syariah memberikan promo atau tarif khusus kepada calon nasabah yang merupakan karyawan BUMN, ASN, Regulator (BI, KPK, OJK), dokter, karyawan perusahaan swasta nasional/ multinasional, karyawan swasta lokal, nasabah referral dari developer rekanan BNI Syariah, maupun karyawan korporasi. Karyawan korporasi  ini adalah pegawai institusi/perusahaan yang sudah bekerjasama dengan BNI Syariah untuk payroll maupun penyaluran pembiayaan karyawan.

Tak sadar, saat penulis sedang membacakan iklan yang sangat menarik untuk milenial ini, Kemal dan Rahul ikutan “nimbrung” mendengarkan. Penulis lanjut membaca iklan dengan informasi terbaru saat ini ada sekitar 1000 developer aktif yang bekerjasama dengan BNI Syariah. Hingga 9 April 2020, perolehan pembiayaan BNI Griya iB Hasanah melalui program Tunjuk Rumah mencapai Rp766,7 miliar. Daerah terbesar penyerapan program Tunjuk Rumah yaitu wilayah Jabodetabek. Target program Tunjuk Rumah sampai dengan akhir periode tahun ini yaitu Rp1,4 triliun. Untuk mencapai target ini, BNI Syariah mengoptimalkan pemasaran lewat cabang, gathering developer, media sosial dan media online.

Sambil mengangguk pertanda mengerti, Kemal siswa dari jurusan Desain Grafika ini dengan kata “maaf pak” ia memotong aksi baca penulis dengan menyatakan bahwa ia akan lebih giat belajar aplikasi desain interior karena menurutnya, keahlian itu akan banyak dibutuhkan dimasa depan. Insting bisnis muridku yang satu ini cukup tajam, ia mampu melihat peluang dari iklan yang ketiga pejuang beasiswa ke Jerman ini simak. Kemudian teman-temannya merespon dengan nada bercanda, Amel dan Rahul sependapat bahwa sahabat mereka yang satu ini ambisinya berubah-ubah. Baru kemarin mau jadi illustrator komik terbaik dunia, yah hari ini berubah lagi mau menjadi Desainer Interior. Penulis menghentikan kegaduhan yang ada dengan menyampaikan bahwa apapun yang menjadi cita-citamu lakukan karena kamu mau dan suka, bukan karena orang lain. Rahul dengan sigapnya mencatat kalimat yang penulis sampaikan barusan untuk dijadikan caption di stori aplikasi Instagram katanya. Ada –ada saja kelakuan generasi micin, sahutku.

Bel masuk setelah istirahatpun memnggil mereka untuk segera masuk ke kelas. Dengan terburu-buru mereka berterima kasih, menyalami penulis untuk pamit kembali ke kelas dengan dilanjutkan perdebatan cita-cita Kemal yang berubah-ubah di perjalanan. Penulispun melanjutkan membaca iklan yang belum selesai dengan info terbarunya bahwa  sampai dengan bulan Februari 2020, outstanding pembiayaan KPR BNI Syariah yaitu BNI Griya iB Hasanah berada di posisi Rp13,23 triliun dengan pertumbuhan 11,15% year on year. Wah, semoga penulis bisa berkesempatan menjadi salah satu milenial yang mendapatkan kemudahan Dan manfaat produk Pembiayaan Perumahan Syariah dari BNI Syariah ini.

Jam dinding menunjukkan pukul 10:30, penulis beranjak untuk berwudhu dan menunaikan shalat sunah dhuha guna memperkuat komitmen “Perbaiki Shalatmu, maka akan Allah perbaiki hidupmu” sebagaimana yang penulis dengar dari Pak Ustadz. Sesudah menunaikan ibadah shalat dhuha, penulis kembali memulai pembelajran di kelas lainnya.(*)



Penulis : Aidil Ihfar, A. Md/Guru Bahasa Jerman di SMK Negeri 1 Banda Aceh.