Kebingungan Trump Usai Bikin Sederet Kontroversi soal Corona

Kebingungan Trump Usai Bikin Sederet Kontroversi soal Corona
Foto: Presiden AS Donald Trump dan Anthony Fauci (AP Photo/Alex Brandon)

Jakarta, Aceh Bisnis - Usai menuai banyak kontroversi soal Corona, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bingung mengapa banyak orang tak menerimanya. Padahal, publik banyak yang mematuhi pakar kesehatan AS Anthony Fauci yang bekerja pada Trump.

Sebagaimana diketahui, Trump selama ini banyak menuai kontroversi karena sikapnya terhadap Corona. Dari mulai tuduhannya terhadap China atas mewabahnya virus Corona, sebutan 'Kung Flu' untuk penyakit COVID-19 hingga keengganannya memakai masker.

Kini, seperti dilansir AFP, Rabu (29/7/2020) Trump heran banyak warga yang tidak mempercayai kemampuannya dalam menanganani wabah ini. Padahal, Trump mempekerjakan pakar kesehatan top AS, Anthony Fauci.

Fauci, seorang ahli penyakit menular yang berada di gugus tugas penanganan Corona Gedung Putih, adalah salah satu orang yang paling terpercaya dalam pemerintahan dalam penanganan Corona. Banyak orang Amerika mendengarkan sarannya dan mempraktikkan cara bagaimana melindungi diri mereka dari Corona.

Di sisi lain Trump justru telah menuai kritik atas penanganan pandemi ini. Hal itu menempatkannya dalam bahaya kehilangan suara dalam pemilihan presiden 3 November mendatang saat melawan calon presiden dari partai Demokrat, Joe Biden.

Fauci muncul di sebuah konferensi pers di mana Trump membela dukungannya terhadap obat malaria hydroxychloroquine sebagai obat yang bisa melawan virus Corona. Trump mengatakan dia merasa obat itu bekerja "pada tahap awal."

Sebagian besar ahli kesehatan masyarakat mengatakan hydroxychloroquine tidak boleh digunakan untuk mengobati Corona karena dapat menyebabkan masalah jantung dan lainnya.

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) bulan lalu mencabut izin penggunaan darurat hydroxychloroquine untuk mengobati COVID-19 setelah beberapa penelitian meragukan keefektifannya.

Trump mengatakan dia dan yang lainnya dalam pemerintahannya layak mendapat pujian atas penanganan mereka atas Corona, bukan hanya Fauci dan anggota terkemuka lainnya dari satuan tugas, Deborah Birx.

"Dia bekerja dengan pemerintah kami dan sebagian besar kami telah melakukan cukup banyak apa yang dia dan orang lain, Dr. Birx dan lainnya yang hebat, rekomendasikan. Dan dia mendapat peringkat persetujuan tinggi ini," kata Trump, Selasa (28/7).

"Jadi mengapa saya tidak memiliki peringkat persetujuan yang tinggi dan pemerintah juga sehubungan dengan virus? Kami harusnya memiliki peringkat persetujuan yang sangat tinggi," tutur Trump.

Trump merasa aneh dengan tingkat persetujuan ini. Dia merasa tidak ada yang menyukainya.

"Jadi itu agak aneh, seorang pria bekerja untuk kami, namun mereka sangat memikirkan itu dan tidak ada yang menyukai saya. Ini hanya soal pribadi saya," katanya.

Meningkatnya kematian dan infeksi Corona di AS baru-baru ini telah mengurangi harapan awal bahwa negara ini telah melewati masa terburuk dari krisis, yang telah menghancurkan bisnis dan membuat jutaan orang Amerika kehilangan pekerjaan.

Empat negara bagian AS di Selatan dan Barat melaporkan catatan kematian harian tertinggi karena virus Corona pada hari Selasa (28/7). Korban tewas secara nasional hampir 150.000 orang.

Fauci telah menjadi bahan perdebatan di Gedung Putih selama berbulan-bulan karena dia cukup jujur mengatakan di mana dia setuju dan tidak setuju dengan Trump.

Trump telah mengatakan berulang kali bahwa Fauci menasihatinya bahwa dia tidak harus menutup perjalanan dengan China, tempat wabah Corona muncul.

Sementara itu, Kepala Staf Gedung Putih Mark Meadows secara terbuka mengecam penasihat perdagangan Trump, Peter Navarro karena menulis artikel opini y

Sumber:detik.com