Kadistanbun: Banyak Masalah yang Kerap Dihadapi Petani Kakao di Aceh

Kadistanbun: Banyak Masalah yang Kerap Dihadapi Petani Kakao di Aceh

Pidie, Aceh Bisnis - Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Cut Huzaimah menjelaskan, pembangunan sektor pertanian di Provinsi itu, menunjukkan hasil yang cukup berarti dalam pembangunan ekonomi masyarakat. 

"Hal ini terlihat dari perannya terhadap Product Domestic Bruto (PDB), penyediaan lapangan kerja, sumber pendapatan masyarakat dan pengentasan kemiskinan, serta perolehan devisa melalui ekspor. Bahkan, secara tidak langsung sektor perkebunan juga berperan kondusifitas bagi pelaksanaan pembangunan yang bersinergi dengan sub sektor lainnya,"jelas Cut.

Peryataan tersebut disampaikannya di sela-sela kegiatan Gerakan Masal Pemangkasan Kakao di Gampong Siron Paloh, Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie pada Kamis 1 April 2021.  

Ia juga menjelaskan, luas areal perkebunan di Aceh 1.075.665 ha dengan produksi 1.134.061 ton, yang terdiri dari perkebunan rakyat 839.980 ha dengan produksi 765.091 ton, produktivitas 1.370 kg/ha dengan menyerap tenaga kerja 831.537 KK serta perkebunan besar yang luasnya 235.655 ha dengan produksi 368.970 ton. 

Berdasarkan data statistik perkebunan, kata dia, Kabupaten Pidie memiliki luas areal Kakao sebesar 10.382 ha, jumlah tanaman menghasilkan seluas 6.176 ha, dengan produktivitas Kakao sebesar 3.591 ton dan 581 kg/ha, masih tergolong kecil dibandingkan potensi yang bisa mencapai 3 ton/ha. 

"Salah satu hal tersebut disebabkan pemeliharaan tanaman dengan cara pemangkasan yang masih kurang dilakukan oleh petani,"terangnya.

Pemangkasan kakao, tambahnya, mempunyai tujuan selain agar tanaman tetap rendah sehingga mudah perawatannya, juga untuk membentuk cabang cabang produksi yang baru secara berkesinambungan. 

Selanjutnya juga mempermudah masuknya cahaya dan memperlancar sirkulasi udara dalam tajuk serta memudahkan dalam pengendalian HPT, sehingga mengurangi terjadinya fluktuasi produksi yang tajam dan resiko terjadinya kematian tanaman, yang disebabkan pembuahan yang berlebihan serta dapat mengurangi dampak kekeringan. 

Kita patut memberikan apresiasi kepada petani yang senantiasa memelihara dan merawat tanaman Kakao dengan serius. "Walau terkadang masih banyak permasalahan yang kerap dihadapi petani Kakao kita,"ungkapnya.

Dikatakannya, kakao yang tumbuh begitu tinggi, tentunya akan merugikan petani karena nutrisi yang diserap akar pohon dari tanah disebarkan ke seluruh ranting pohon. Sebabnya beberapa pohon Kakao yang terlanjur tinggi dan tidak dirawat dengan baik, buahnya tidak lagi tumbuh, dan jika tumbuh tanaman lain di sekitarnya, maka hal ini mengganggu penyerapan nutrisi dan tanah.

"Mengganti kebiasaan lama memang terbilang sulit, tapi bukan artinya kita tidak bisa,"jelas Cut. 

Pemangkasan sangat penting untuk menjaga produktivitas dan keberlangsungan budidaya tanaman kakao. Dengan pemangkasan, pertumbuhan tanaman kakao akan optimal, sehat dan relatif tahan terhadap serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).

Pemangkasan juga bertujuan untuk membuang cabang tua yang kurang produktif atau terserang hama penyakit, sehingga hara dapat didistribusikan ke cabang muda yang lebih produktif. "Dengan demikian diharapkan produktivitas optimal bisa dicapai secara kontinu,"pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Pidie, Fadlullah TM Daud mengatakan, Pemkab Pidie terus mengupayakan peningkatan produksi sektor perkebunan dan menjadi salah satu prioritas pembangunan. 

"Ada beberapa permasalahan yang dihadapi petani kakao diantaranya banyak tanaman yang sudah tua, kurang pemeliharaan (pemangkasan dan pemupukan) kurangnya pengendalian HPT dan juga penanaman bibit yang tidak unggul. Padahal pemangkasan merupakan suatu tindakan untuk mengoptimalkan nilai produksi secara berkelanjutan,"paparnya.()