Jual 2 Ekor Anak Macan Dahlan, Pria Ini Ditangkap

Jual 2 Ekor Anak Macan Dahlan, Pria Ini Ditangkap
Foto: Rengga Sancaya

Banda Aceh, Aceh Bisnis - Sat Reskrim Polresta Banda Aceh menangkap seorang pria berinisial HR (42), atas dugaan memelihara dan memperjual-belikan dua ekor anak macan dahan atau kucing hutan (Kuwuk). HR ditangkap di rumahnya Gampong Garot, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Rabu (2/10/2019) kemarin.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kasat Reskrim AKP M Taufiq mengatakan, pelaku ditangkap saat hendak menjual macan dahan atau kucing hutan (Neofelis Diardi) itu kepada polisi yang menyamar sebagai pembeli.

"HR ditangkap karena menjual hewan yang dilindungi negara sebanyak dua ekor yang masih kecil, pengungkapan perkara tindak pidana Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (KSDAE) ini dilakukan di rumah pelaku di Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar," ujarnya Jumat (4/10/2019).

Kasat menjelaskan, penangkapan dilakukan setelah petugas memperoleh informasi dari masyarakat tentang adanya orang yang menyimpan dan memperjual belikan macan dahan atau kuwuk di lokasi yang dimaksud.

"Berdasarkan informasi itu, kami melakukan kegiatan penyelidikan dengan cara penyamaran dan membeli hewan tersebut kepada pelaku," kata mantan Kasat Reskrim Polres Langsa ini.

Saat akan bertransaksi HR mengatakan kucing hutan (macan dahan) jni dijual seharga Rp 300 ribu per ekor. Setelah terjadi kesepakatan harga, petugas kemudian menemui HR untuk melakukan transaksi jual beli.

Setiba di rumah HR, petugas menyerahkan uang sebesar Rp 600 ribu untuk dua ekor macan dahan (macan akar) ini. Setelah uang diterima HR kemudian menyerahkan sekotak kardus yang berisikan dua ekor macan dahan (macan akar).

"Tersangka dan barang bukti diamankan ke Mapolresta Banda Aceh. Saat diinterogasi, HR mrngaku dua ekor kucing hutan (macan akar) ini diperoleh dari anak kandungnya yang dikirimkan dari Kecamatan Babahrot, Abdya menggunakan L300," ungkapnya.

Berdasarkan pengakuan anak kandung HR, kucing hutan (macan akar) tersebut ditangkap di areal sawah atau kebun sekitar dua minggu yang lalu.

"HR dikenakan Pasal 21 ayat (2) Jo Pasal 40 Ayat (2) UU RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta," tambahnya.()